Pemko Tpi

LSM Prakarsa Perempuan Gelar Pelatihan Tenun

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat berfoto bersama LSM Prakarsa Perempuan
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat berfoto bersama LSM Prakarsa Perempuan

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prakarsa Perempuan Kota Tanjungpinang menggelar pelatihan tenun bagi organisasi wanita di Kota Tanjungpinang dibuka langsung Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ditandai dengan penyematan tanda peserta di Ballroom Hotel Comfort Tanjungpinang, Rabu (13/4).

Dalam sambutannya, Lis apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Pelatihan yang digelar sangat penting dalam upaya melahirkan pelaku ekonomi kreatif, khususnya pengrajin tenun yang nantinya dapat menciptakan produk unggulan untuk dikembangkan sehingga melahirkan pelaku ekonomi mikro yang mampu bersaing pada pasar bebas (MEA).

“Pemerintah siap membantu pengadaan alat tenun, yang penting ada tenaga ahlinya dan usaha itu bisa bermanfaat dan berkembang tidak saja bagi masyarakat, tetapi untuk pengembangan potensi daerah Kota Tanjungpinang,” tutur Lis.

Lis berharap, acara ini jangan hanya ceremonial saja, tetapi ada bukti nyata dengan melahirkan pengrajin-pengrajin tenun dan produk kreatif di Tanjungpinang.

Kepala BP3AKB, Ahmad Yani, mengatakan bahwa Kota Tanjungpinang termasuk peringkat tertinggi untuk indeks pemberdayaan gender. Karena Tanjungpinang paling banyak perempuan yang menduduki jabatan strategis.

“Oleh karena itu saya menyambut baik kegiatan ini karena dapat meningkatkan akses kesenjangan perempuan di Tanjungpinang,” katanya.

Sementara itu, Leni Purba selaku Ketua LSM Prakarsa Perempuan menegaskan acara ini bukan sekedar ceremonial semata, akan berupaya ada sesuatu yang berarti di tinggalkan untuk Tanjungpinang.

“Kita berharap dapat menciptakan motif tenun khas kota ini,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, melalui pelatihan tenun dengan menggunakan alat bukan mesin para peserta yang terdiri dari organisasi wanita se-Kota Tanjungpinang dapat menyalurkan minatnya sehingga mereka mampu menghasilkan tenunan yang kreatif.
“Setelah acara ini mereka akan membentuk kelompok usaha mandiri agar bisa mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama enam hari dari 13 sampai dengan 18 itu, akan dilatih menggunakan alat tenun bukan mesin dari pengrajin dan pelaku usaha tenun dari kelaten, dan peserta akan dibagi menjadi dua kelompok yakni kelas pemula dan kelas mahir.

Acara turut dihadiri Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robert Pasaribu, Kepala Dinas Pasar dan UMKM Kota Tanjungpinang, Syafrial Evi, Ketua GOW Tanjungpinang, Juariah Syahrul serta ibu-ibu dari organisasi wanita se-Kota Tanjungpinang. (hum/red)