Dekan FKIP UMRAH Sayangkan Iklan Suzuki “Tidak Edukatif”

Sejumlah banner iklan milik dealer mobil Suzuki Arista yang terpasang di jalan wilayah Kota Tanjungpinang. Foto diambil LintasKepri.com, Minggu (13/9) malam.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sejumlah banner iklan milik dealer mobil Suzuki Arista yang terpasang di jalan wilayah Kota Tanjungpinang diduga kontroversi.

Pasalnya, didalam iklan tersebut, Suzuki Arista mencantumkan kata “Jangan Ngaku Merdeka! Kalau Mama Cuma Minta Papa Pulsa! Saatnya Mama Minta Mobil Baru! Mobil Terbaik 2020”.

Kemudian, Suzuki Arista juga mencantumkan kata “Jangan Ngaku Merdeka Kalau ATM Masih Dipegang Istri! Saatnya Papa Ganti Mobil Baru! Mobil Terbaik 2020”.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH, Abdul Malik, menyayangkan hal itu.

Menurutnya, banner iklan tersebut dari segi moral tidak baik dan tidak layak dikonsumsi bagi khalayak umum.

“Karena lebih mengutamakan kehidupan mewah dan kebendaan. Cinta sejati suami-istri lenyap oleh godaan benda-benda mewah,” kata Abdul Malik, Minggu (13/9).

Kemudian, ia kecewa dengan tulisan “Jangan Ngaku Merdeka”. Karena, kata Malik, perkataan itu membuat diskriminasi orang tertentu.

“Ya, itu juga salah. Pertama, seolah-olah orang yang tak memiliki mobil tersebut belum merdeka. Kedua, merdeka diukur dari sudut keberadaan mobil pribadi,” tuturnya.

Abdul Malik berpesan kepada Suzuki Arista agar dalam membuat produk iklan memperhatikan unsur budaya.

“Dan harus perhatikan kaidah bahasa nasional dan bahasa negara kita. Iklan harus mendidik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Suzuki Arista Kota Tanjungpinang, Ade Kurniadi, hingga berita ini diterbitkan belum merespons konfirmasi yang dilayangkan oleh awak media ini. Padahal, pesan singkat yang dilayangkan melalui WhatsApp sudah dibaca olehnya.

(san)