Barenlitbang Gelar Supervisi Kelitbangan dan Perorganisasian

Kata Sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau DR TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si.

Kata Sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Arif Fadillah.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar supervisi kelitbangan dan perorganisasian kepada seluruh OPD, LPPM, BEM, Tokoh Masyarakat dan Ormas.

Kepala Barenlitbang Naharuddin mengungkapkan, acara Supervisi Kelitbangan dan Perorganisasian ini mengangkat tema Mewujudkan Kepulauan Riau yang unggul di Bidang Maritim melalui Riset dan Inovasi.

Sekda Provinsi Kepri Dr. H.TS Arif Fadillah, S.Sos Foto Bersama Narasumber, Kepala Baperlitbang Kepri dan Kabid Penelitian dan Pengembangan Baperlitbang Kepri Sukarno Perbangkara,ST.,MM.Pub

Sekda Provinsi Kepri, Arif Fadillah, Foto Bersama Narasumber, Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin, dan Kabid Penelitian dan Pengembangan Barenlitbang Kepri Sukarno Perbangkara.

Kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang merupakan pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002.

Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 disebutkan bahwa Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dalam Penyelenggaraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di wilayahnya melalui penumbuhkembangan motivasi, pemberian stimulasi dan fasilitasi, serta penciptaan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan serta sinergi unsur kelembagaan, sumber daya, dan jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Penyerahan Cendramata oleh Sekda Provinsi Kepri DR. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si. Kepada Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Repulik Indonesia.

Penyerahan Cenderamata oleh Sekda Provinsi Kepri Arif Fadillah kepada Bachril Bakri, Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Republik Indonesia.

“Tujuan dari pelaksanaan Supervisi ini ada tiga,” tutur Naharuddin.

Pertama, memajukan dan meningkatkan kualitas Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menghasilkan Invensi dan Inovasi.

Pemberian Cendramata oleh Sekda Provinsi Kepri DR. H. TS Arif Fadillah, S.Sos, M.Si. kepada Drs. Reza Fahlevi, M.Si  Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 1 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia

Pemberian Cenderamata oleh Sekda Provinsi Kepri Arif Fadillah kepada Reza Fahlevi, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 1 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kedua, meningkatkan intensitas dan kualitas interaksi, kemitraan, sinergi antar unsur pemangku Litbang.

Ketiga adalah meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan inovasi antar unsur pemangku Litbang dan kesejahteraan masyarakat.

Pemberian Cendramata oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Naharudin, SIP, MTP. Kepada Dekan FIKP UMRAH Dr. Agung Dhamar Syakti, S.pi., DEA

Pemberian Cenderamata oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Naharuddin kepada Dekan FIKP UMRAH Agung Dhamar Syakti.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan dengan metode diskusi panel yang mana akan diisi oleh narasumber terdiri dari Bachril Bakri, Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Repulik Indonesia Sebagai Keynote Speaker dalam pelaksanaan kegiatan ini, Reza Fahlevi, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 1 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Naharuddin, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, dan Agung Dhamar Syakti, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Raja Ali Haji Kepulauan Riau,” papar Naharuddin, Kamis (28/11).

Ada 4 narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan ini, dengan jumlah peserta 200 orang lebih.

Kepala Kepala Baperlitbang Kepri Naharudin memberikan materi kepada peserta Kepri Naharudin memberikan materi kepada peserta

Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin memberikan materi kepada peserta.

Nahar menjelaskan, pelaksanaan Supervisi Pengorganisasian Kelitbangan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019 ini dilakukan berdasarkan beberapa landasan hukum yaitu:

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 17 Tahun  2016 Tentang Pedoman Penelitian Dan Pengembangan di Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintahan Daerah.

Pemaparan Materi oleh Kepala Baperlitbang Kepri Naharudin.

Pemaparan Materi oleh Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Arif Fadillah mengatakan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) bahwa mewujudkan bangsa yang berdaya saing merupakan salah satu misi pembangunan nasional.

“Hal ini dilakukan melalui pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing serta peningkatan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui penelitian, pengembangan, dan penerapan menuju inovasi yang berkelanjutan,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Kepala Baperlitbang Kepri Naharuddin bersama Dr. Ir. Bachril Bakri, M.App.Sc (Asisten Deputi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan.

Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin bersama Bachril Bakri, Asisten Deputi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan.

Menurutnya, Kepri memiliki letak geografis yang strategis berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Kamboja.

“Kekayaan alam Kepri juga sangat melimpah. Namun kondisi yang menguntungkan ini belum mampu maningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri secara signifikan. Sehingga diperlukan perubahan paradigma ke depan dengan SDM yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengubah paradigma ekonomi Indonesia dari Resource-Based Economy menjadi Inovation-Based Economy,” paparnya.

Selain itu, lanjut Arif Fadillah, satu hal yang penting ialah menerapkan konsep ekonomi berbasis inovasi yang pada intinya adalah memanfaatkan hasil riset untuk mengelola dan melaksanakan sektor-sektor produksi daerah, hasil riset yang mampu memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang lebih berkualitas.

“Hal ini sejalan dengan tema acara Supervisi Kelitbangan kita pada Hari ini yaitu Mewujudkan Kepulauan Riau Yang Unggul Di Bidang Maritim melalui Riset dan Inovasi,” terangnya.

Arif berharap, tentunya acara ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, dan hasil-hasil riset yang sudah dilakukan baik di lingkungan perguruan tinggi se- Provinsi Kepulauan Riau maupun instansi Litbang lainnya selain dapat berkontribusi di dunia industri.

“Hasil-hasil riset ini juga dapat berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian visi daerah Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya.

(cho)

Baca juga :

    Top