'
'

Kapolres Tanjungpinang Pastikan Sabu 25 Kg dari 4 Pelaku Narkotika Berasal dari Malaysia

Kapolres Tanjungpinang AKPB M. Iqbal.

Kapolres Tanjungpinang AKPB M. Iqbal.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kapolres Tanjungpinang AKBP M. Iqbal, memastikan sabu seberat 25 Kilogram dari 4 pelaku narkotika yang ditangkap berasal dari negara tetangga Malaysia.

“Sabu yang berhasil kita amankan dari 4 pelaku yang dibawa menggunakan mobil melalui ekspedisi berasal dari Malaysia,” katanya, Jumat (29/11).

Barang haram itu dikendalikan oleh seorang Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan Jambi.

“Pengendali di Indonesia dilakukan oleh seorang Napi di Lapas Jambi, ini informasi yang kita peroleh,” ungkapnya.

Iqbal menyebut, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas Jambi terkait adanya seorang Napi yang mengendalikan peredaran sabu dari Malaysia masuk ke Jambi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Lapas Jambi, dan identitas pemasok sabu dari Malaysia juga sudah kita kantongi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Tanjungpinang berhasil menangkap empat orang kurir dan menyita narkoba jenis sabu seberat 25 kilogram.

Sabu itu ternyata dikendalikan oleh seorang Narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Jambi.

Kapolres Tanjungpinang AKBP M. Iqbal mengatakan, narkoba jenis sabu 25 kilogram yang berhasil diungkap jajarannya tersebut setelah menangkap empat orang pelaku narkotika.

“Pengakuan dari keempat pelaku bahwa mereka diperintahkan oleh seorang napi yang berada di Lapas Jambi, dan barang haram ini akan di pasarkan di wilayah Jambi dan Pekanbaru,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (29/11).

Barang bukrti sabu seberat 25 Kilogram.

Barang bukrti sabu seberat 25 Kilogram.

Empat pelaku yang berhasil ditangkap bernama Wagiran (51), Panji Prabowo (23), Pendi (25) dan Arta Fanyukni (30). Semuanya berasal dari Jambi, bekerja di kebun sawit.

Iqbal menjelaskan, penangkapan ke empat pelaku ini atas laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya pengeriman narkoba jenis sabu menggunakan jasa ekspedisi.

Menerima laporan tersebut jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza di salah satu jasa ekspedisi di Tanjungpinang pada Selasa, (12/11) kemarin.

“Saat dilakukan penggeledahan didapati sabu sebanyak 25 kilogram di dalam mobil tersebut yang sudah dimodifikasi. Sabu diletak didalam rangka mobil,” terang Iqbal.

Mobil yang berisi barang haram ini, sambung Iqbal, akan dikirim ke Kuala Tungkal melalui pelabuhan Punggur. Pelaku diberi upah Rp10 juta untuk sekali pengiriman.

“Ini adalah pengiriman yang ketiga,” katanya.

Keempat pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, denda maksimal Rp10 miliar.

(cho)

Baca juga :

Top