'

Kanwil BPN Kepri Tutup Diri Terkait Sengketa Tanah

– Dikunjungi Wartawan Malah Menghindar

Kantor Kanwil BPN Kepri, tertutup saat jam dinas, Kamis (7/4) pagi

Kantor Kanwil BPN Kepri, tertutup saat jam dinas, Kamis (7/4) pagi

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi diduga terkesan menutupi diri kepada media dalam persoalan pemberian inform

asi. Hal ini terbukti saat LintasKepri.com bersama rekan pers lainnya mendatangi kantor yang manaungi kepengurusan tanah di Provinsi Kepri, di Jalan MT. Haryono, Kilometer 3,5, Kamis (7/4) WIB siang menjelang makan siang.

Ketika ditanyakan konfirmasi untuk mengetahui jumlah kasus atau terkait permasalahan tanah di sejumlah daerah disejumlah Kabupaten/Kota yang ada di Kepri khususnya di bawah kendali BPN Kepri, salah seorang staf di BPN khhususnya di Bidang Tata Usaha terkesan menolak untuk dimintai informasi. Dia hanyamengatakan, bahwa semua tamu yang datang harus melewati prosedur administrasi.

“Tidak bisa, bapak sedang tidak berada ditempat, sedang dinas diluar, kalau mau jumpa harus kirim surat dulu dari kantor bapak,” kata salah satu staf berbaju putih bercelana hitam yang sedikit pelat itu, di depan ruang Kabid Tata Usaha Kanwil BPN Kepri.

Sementara pintu pelayanan informasi dikantor itu tertutup rapat bersama ruang Kepala Bidang lainnya yang terlihat tidak ada aktifitas.

Kembali, LintasKepri menanyakaan soal konfirmasi masalah sengketa tanah, salah satu staf juga menjawab hal yang sama. “Semunaya tidak ada ditempat, sedang keluar,” kata salah satu staf berkerudung putih itu.

Sembari meninggalkan kantor sunyi bak “seperti kuburan” itu, perlahan media ini turun ke tangga dan memperhatikan ruang kantor. Tidak cukup satu jam menunggu, dari pantauan di pinggir jalan, belasan pegawai keluar dari kantor, satu persatu bergegas menaiki mobil meninggalkan kantor, hingga menjadi pertanyaan ada apa dikantor ini.

Tidak hanya seakan-akan menutupi, diketahui, mobil dinas Kepala BPN juga berada di dalam kantor itu. Kembali salah satu media bertanya “ada apa sehingga tidak mau ditemui, padahal saya sangat membutuhkan data itu,” kata salah satu media cetak.

Beberapa kasus tanah seperti, Tokojo, Kilometer 14, Sungaijang, Anambas, Natuna, Lingga dan Tanjungpinang, masih belum dapat dijelaskan kepublik atau masyarakat Kepri khususnya, hal ini mengingat minimnya transparansi di Kanwil BPN Kepri.

“Banyak kasus sengketa tanah yang harus diperjelas,” tambah wartawan media cetak itu.

Sampai berita ini diunggah, Kepala Kanwil BPN Kepri masih belum berhasil dihubungi, terkesan menutup diri. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top