Wajah Pendidikan Pulau Terdepan Indonesia

Tenaga pengajar ketika memberikan pendidikan terhadap peserta didik. Foto: ist.

LintasKepri.com – Seperti kita ketahui bahwa pendidikan itu bukan hanya milik orang-orang tertentu saja atau pun milik para penguasa. Tetapi, pendidikan itu milik seluruh warga negara.

Pendidikan merupakan jembatan dan benteng pertahanan bagi semua manusia dalam menjalani hidup karena pedidikan sebagai bekal utama kehidupan.

Tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang diharapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat didalam berbagai lingkungan.

Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Maka dari itu pendidikan ini diperlukan oleh seluruh warga negara agar setiap orang bisa membangun dan mengembangkan daerahnya.

Wajah-wajah terdepan Indonesia yang sangat nampak saat ini ialah dalam segi pendidikan yang jauh sekali berbeda antara masyarakat yang hidup di perkotaan dan yang berada di pelosok negeri bahkan sampai dengan yang berada di daerah perbatasan, dan hampir dilupakan bahkan terlupakan.

Dari data hasil wawancara yang kami dapatkan dari 7 informal/narasumber dari mahasiswa Fisip UMRAH yang berada di Kepulauan Riau dan satu narasumber yang berasal dari Jambi.

Berdasarkan hasil data tersebut dapat kami simpulkan bahwa wajah-wajah pendidikan di Indonesia sekarang ini sudah lumayan bagus walaupun masih ada beberapa kekurangan.

Dari segi kekurangannnya, yaitu kurangnya tenaga pendidik yang profesional karena masih banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan jurusan atau bidangnya.

Bahkan guru-guru tersebut ada yang mengajar dua bahkan lebih mata pelajaran yang lain yang bukan bidangnya.

Ini disebabkan karena memang kurangnya tenaga pendidik di sekolah tersebut. Hal ini berdampak pada pola pikir siswa yang sempit.

Salah satu faktor yang menyebabkan ini terjadi karena sebagian tenaga pendidik tidak ingin ditempatkan didaerah yang jauh dari perkotaan.

Faktor yang menyebabkan guru enggan pindah ke desa yaitu misalnya fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, sarana dan prasarana pedesaan yang terbatas, rumah dinas yang tidak segera di penuhi pemerintah dan jauh dari pusat keramaian.

Sebenarnya dalam fakta, pemerintah pusat telah berupaya menyelesaikan masalah ini. Pemerintah mulai berupaya memperhatikan guru mulai dari sertifikasi, isentif serta membangun daerah-daerah serta sekolah-sekolah tertinggal.

Upaya-upaya yang dilakukan memang tidak langsung menyelesaikan masalah. Faktor agar upaya yang dilakukan pemerintah ini berhasil bukan hanya pemerintah pusat saja, melainkan semua kalangan instansi yang bersangkutan.

Kekurangan dari segi yang lain masih kurang tersedianya laboratorium untuk pelajaran sekolah. Walaupun laboratorium sudah ada tetapi alat-alat didalamnya masih kurang lengkap.

Sementara, didalam pembelajaran IPA, kita sering mempelajari tentang pengamatan berbagai jenis tumbuhan dan hewan dan ada pula tentang reaksi suatu larutan.

Nah, dalam pelajaran ini kita tidak hanya bisa mempelajarinya dengan membaca, melainkan kita harus mempelajarinya dengan cara mempraktekkannya. Karena percuma saja hanya paham teori tanpa praktek.

Meskipun masih banyak kekurangan, tetapi masyarakat sudah mengerti bahwa pendidikan sangat penting untuk masa depannya. Apalagi ditunjang dari segi sarana dan prasarana seperti transportasi yang sudah mulai disediakan oleh beberapa sekolah.

Sehingga, pulau-pulau terdepan di Indonesia menjadi beranda terdepan Indonesia, bukan hanya sekedar halaman belakangnya saja.

Penulis:
1.Sumaryanti
2 Agus Martogi Gultom
3. Agustina Wati
4. Dinda Nilam Permata
5. Nandiya Hidayati

(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Maritim Raja Ali Haji).

Baca juga :

Top