Proyek “Siluman” Pembangunan Tangki Air di Akau Berjalan Mulus

Proyek "siluman tangki air di Akau Potong Lembu (Kiri) dan Indra Jaya, Sekjen Ls lidik Kepri (Kanan)

Proyek “siluman tangki air di Akau Potong Lembu (Kiri) dan Indra Jaya, Sekjen LSM Lidik Kepri (Kanan)

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Proyek tanpa plang nama alias “siluman” pembangunan tangki air di Akau Potong lembu, disinyalir sengaja dilakukan pihak terkait agar sulit dikontrol masyarakat baik dari nilai anggaran, waktu pengerjaan serta mutu pembangunan.

Walaupun pembangunan tangki air di kawasan Akau Potong Lembu telah ditentang RT dan RW setempat, namun pekerjaan tetap dilanjutkan. Salah seorang RT di Potong Lembu mengatakan, waktu akan dilaksanakan pembangunan tangki tersebut sudah terjadi perdebatan hingga ke kantor Lurah.

Diduga proyek “siluman” tanpa plang tersebut menyembunyikan sesuatu, karena awalnya tangki air tersebut akan dibangun bukan dilokasi sekarang, namun akan dibangun lebih besar dan dilokasi berbeda. Ini menimbulkan pertanyaan dari LSM Lidik Kepri.

“Dengan tidak memasang plang proyek, sepertinya ada yang ditutupi, seperti besaran anggaran yang dikucurkan,  dari mana anggaran tersebut dan ada apa sampai tidak memasang plang nama proyek?, kata  Sekjen LSM Lidik Kepri, Indra Jaya, (29/10).

Inilah lokasi dibangunnya proyek "siluman" pemmbangunan tangki air di Akau Potong Lembu

Inilah lokasi dibangunnya proyek “siluman” pemmbangunan tangki air di Akau Potong Lembu

Dari awal sepertinya proyek sudah bermasalah, dari penentuan lokasi yang telah menjadi perdebatan, hingga cara pembangunan, sepertinya banyak yang ditutupi supaya proyek “siluman” tetap berjalan mulus dan pemilik kepentingan dapat untung sebesar-besarnya.

“Dari penggalian fondasi cakar ayam yang hanya sedalam sejengkal, belum lagi anggaran yang awalnya di bangun lebih besar dan tempat berbeda, sekarang hanya di bangun kecil di samping toilet Akau serta pengerjaan terkesan mengejar waktu. Cuma cari untung aja sepertinya pihak terkait dan kontraktor yang mengerjakan, sepertinya lari dari bestek” kata seorang pengunjung Akau.

Jika merujuk kepada Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diwajibkan untuk memasang papan nama proyek. Didalam plang disebutkan nama proyek, instansi yang membuat proyek, besaran anggaran, dari mana anggaran berasal, kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas. Bahkan di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek juga dianggarkan biaya untuk pembuatan plang nama proyek.

Ironisnya, Dirut BUMMD Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana, selaku pengelola Akau Potong Lembu tidak mengetahui dengan pasti proyek “siluman” tersebut saat media ini konfirmasi melalui ponselnya, Rabu (28/10)

“Saya belum mengetahui juga dengan jelas, yang saya ketahui itu pembagunan tangki penampungan air untuk penyaluran air ke tempat pencuci tangan di Akau. Kalau tidak salah kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut namanya Fiter tapi saya kurang tau juga apa CV nya. Itu dananya dari APBN tahun 2015” katanya.

Mengenai hal diatas, media ini belum berhasil konfirmasi dengan pihak kontraktor serta instansi terkait yang mengalokasikan anggaran untuk proyek tersebut.(Rie)

Baca juga :

Top