Pemko Tpi

Ketua P2KPL Mengamuk di Akau Potong Lembu

Alimin alias Awang, Ketua P2KAPL menimbun lapak jualannya dan jalan masuk Akau Potong Lembu karena becek oleh bekas adukan semen proyek"siluman", (29/10).
Alimin alias Awang, Ketua P2KAPL menimbun lapak jualannya dan jalan masuk Akau Potong Lembu karena becek oleh bekas adukan semen proyek”siluman”, (29/10).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ketua Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL) Alimin alias Awang, tak kuasa menahan emosinya, karena lapak tempatnya berjualan berlumuran becek bekas mengaduk semen untuk mengecor pekerjaan pembuatan Tanki penyalur air ke tempat pencuci tangan di Akau Potong Lembu, Kelurahan Kemboja, Kota Tanjungpinang, Kamis (29/10).

Kemudian tanpa basa basi, Awang, mengambil Sekop dan lansung menimbun lapaknya yang berlumpur dengan pasir yang diduga milik kontraktor pengerjaan proyek  “siluman” tersebut.

“Saya tidak mau tau, yang jelas silahkan saja dia kerja, tapi jangan menggangu orang berjualan, kita pedagang disini juga membayar pajak bukan seperti orang ini, asal dapat keuntungan tidak memikirkan kerugian orang lain,” katanya sambil marah-marah.

AJalan masuk Akau Potong Lembu becek oleh bekas adukan semen proyek"siluman", (29/10).
Jalan masuk Akau Potong Lembu becek oleh bekas adukan semen proyek”siluman”, (29/10).

Awang juga menyarankan, jika tempat berjualan para pedagang terkena becek oleh pengerjaan proyek ini, untuk mengambil pasir proyek tersebut dan menimbun lapak jualan. “Itu sekop timbun saja, biar saya yang tanggung jawab,” ujarnya kepada salah seorang pedagang yang terkena dampak pekerjaan proyek tersebut.

Awang juga berharap kepada kontraktor ataupun konsultan pengawas yang mengerjakan proyek itu agar mengawasi pekerja dengan baik, jangan asal kerja, pikirkan juga orang lain mau mencari makan.

“Saya tadi jumpa Ketua RT 01/RW 1X Kelurahan Kemboja, saya tanyakan tentang proyek itu, dia bilang, Awalnya mereka akan membangun lokasi Tangki air ini disebelah gedung seba guna, RT tersebut malarangnya, akhirnya mereka membangun disamping toilet Akau. Jika pekerjaanya merugikan pedagang jangan takut. Kata RT setempat kepada saya,” terangnya.(Budi)