'

Juli, Pengaduan Masalah Anak Sistem Online

-Akibat kesulitan pelaporan masalah anak di daerah Pulau Kepri

KPPAD Kepri saat menggelar konferensi pers bersama sejumlah media, tentang rencana program pengaduan masalah anak secara online, Rabu (22/6)

KPPAD Kepri saat menggelar konferensi pers bersama sejumlah media, tentang rencana program pengaduan masalah anak secara online, Rabu (22/6)

Tanjungpinang, LintasKepri.com– Ketua Komisi pengawasan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Muhammad Faizal mengatakan Sistem pelayanan pengaduan permasalahan anak secara online segera diberlakukan.

“Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa mengakses dari jauh dan cepat sampai kepada kita atas aduannya. Apalagi mengingat di daerah Kepri ini jarak antara Kabupaten/Kota sangat jauh, susah untuk kita jangkau dan membutuhkan waktu,” kata Faizal dikantornya, Rabu (22/6).

Pemberlakuan sistem pelayanan pengaduan secara oline tersebut, kata Faizal, merupakan program strategis KPPAD Kepri untuk cepat menangani dalam setiap pelaporan permasalahan anak.

“Kita coba manfaatkan sistem berbasis IT, semoga pelayanan tersebut lebih baik lagi, lebih cepat sampai kepada komisioner dan cepat ditangani,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya sistem online ini, kendala pengaduan permasalahan anak yang selama ini terjadi di daerah pulau, yang sulit untuk dijangkau bisa terakomodir.

“Masyarakat merasa terlayani, pelapor merasa terbantu. Kami juga (KPPAD,red) berharap dukungan semua pihak agar pemasalahan anak bisa ditangani,” harapnya.

Sementara penerapan sistem pengaduan permasalahan anak tersebut, kata Wakil Ketua KPPAD Kepri, Eri Syahrial direncanakan pada peringatan hari anak tahun ini.

“Rencananya sistem oline ini mulai bisa diakses atau louncingnya bertepatan pada hari anak nasional yang jatuh pada tanggal pada tanggal 23 Juli 2016 nanti,” tukasnya.

Dari data KPPAD Kepri, tercatat dari bulan Januari sampai dengan Mei 2016, kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Saat ini saja sudah mencapai 120 kasus anak, 10 kasus diantaranya Anak Berhadapan Hukum (ABH),” ungkap Syahrial. (Afriadi/red)

Baca juga :

Top