Pemko Tpi

Wali Kota Tanjungpinang Resmikan 5 Kampung Tangguh

Wali Kota Tanjungpinang Rahma meresmikan 5 Kampung Tangguh sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19, Sabtu (20/2). Peresmian tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang Rahma meresmikan 5 Kampung Tangguh sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19, Sabtu (20/2).

Peresmian tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kegiatan itu dihadiri oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, unsur pimpinan FKPD Kota Tanjungpinang, camat, lurah, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan tamu undangan.

Adapun 5 Kampung Tangguh yang diresmikan oleh wali kota yakni Kampung Tangguh Peternakan di Kampung Banjar Air Raja Jalan Triwijaya Kelurahan Air Raja, Kampung Tangguh Tertib Lalu Lintas di Tanjung Siambang Dompak, Kampung Tangguh Lawan COVID-19 Kenanga di Jalan Brigjend Katamso Gang Kenanga 3, RW 03 Kelurahan Tanjung Unggat, Kampung Tangguh Inspiratif di Jalan Borobudur Kelurahan Bukit Cermin, dan Kampung Tangguh Wisata Religi di Pulau Penyengat.

Rahma menyambut baik dengan adanya Kampung Tangguh yang ada di Kota Tanjungpinang sebagai upaya untuk meminimalisir dan menekan angka penyebaran COVID-19.

“Kita harapkan dengan hadirnya Kampung Tangguh ini mampu menerapkan kearifan lokal karena punya berbagai program yang sangat bermanfaat selain untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah itu. Smoga dapat kita wujudkan bersama,” ucapnya.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma meresmikan 5 Kampung Tangguh sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19, Sabtu (20/2). Peresmian tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Rahma juga berharap dengan adanya Kampung Tangguh ini, seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi, bergotong-royong serta konsisten secara bersama menjaga agar kampung bebas dari COVID-19.

“Pemberdayaan Kampung Tangguh ini harus kita jaga bersama seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan konsisten menjaga kampung. Masyarakat dan lainnya agar terbebas dari COVID-19, ini juga sebagai upaya dalam meningkatkan kewaspadaan dengan memberdayakan masyarakat sebagai langkah pemulihan serta penguatan ekonomi, pendidikan dan sebagainya,” paparnya.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando, menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya Kampung Tangguh untuk mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Tanjungpinang.

Selain itu, Kampung Tangguh ini juga bertujuan untuk mewujudkan situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Tanjungpinang.

“Maka perlu adanya dukungan dan sinergitas bersama antara masyarakat, TNI/Polri,” ungkapnya.

Adanya Kampung Tangguh ini diharapkan masyarakat bisa tertib dengan protokol kesehatan dan harus menerapkan gerakan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas). Selain itu sebagai wadah edukasi terhadap masyarakat tentang COVID-19.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma meresmikan 5 Kampung Tangguh sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19, Sabtu (20/2). Peresmian tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Salah satu warga yang juga merupakan Ketua Ikatan Pemuda Kenanga (IPKA), Muhammad Ishak, menyambut baik dengan dibentuknya Kampung Tangguh ini.

Menurutnya, dipilihnya RW 02 sebagai Kampung Tangguh sangat tepat karena pada awal pandemi COVID-19 merupakan zona merah karena warga yang terpapar cukup banyak.

“Kami menyambut baik wilayah kami menjadi Kampung Tangguh, karena sebelumnya RW 02 ini cukup banyak warga yang terpapar corona. Disini juga kompleks wilayahnya sehingga cocok sekali dijadikan Kampung Tangguh. Masyarakat kami pun sudah terbiasa untuk hidup bergotong royong,” kata Ishak.

Adapun beberapa sarana dan prasarana yang disiapkan oleh Kampung Tangguh ini meliputi rumah karantina, rumah pembibitan, rumah IPAL, rumah kompos, rumah baca, home industri, sarana informasi, balai aspirasi, posko penanganan, posyandu, sarana olahraga, bank sampah, dapur umum dan sarana prasarana pendukung lainnya yang ada di kelurahan tersebut.

(rls)