'

PT Bukit Kemunting ISC Datangkan 13 Investor Beijing Bangun Universitas Peking

Pembukaan Peresmian Penandatangan dan Persetujuan Pendirian Universitas Peking di kawasan Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Pembukaan Peresmian Penandatangan dan Persetujuan Pendirian Universitas Peking di Kawasan Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (22/11).

Bintan, LintasKepri.com – PT Bukit Kemunting Indonesia Street Center (ISC) mendatangkan 13 investor dari Beijing untuk membangun Universitas Peking (Peking University) di kawasan Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Owner PT Bukit Kemunting ISC, Sukardi, di Bintan, Jumat (22/11), mengatakan, belasan investor yang didatangkan ke kawasan Batu Licin bertujuan untuk melihat lokasi yang ingin dibangun Universitas Peking.

“Universitas Peking ini kan terkenal, kita buat mereka datang. Ada 13 orang lihat lokasi. Cocok apa tidak tergantung mereka,” katanya.

Selain Universitas Peking, di lokasi PT. Bukit Kemunting ISC ini juga rencananya akan dibangun sekolah usia dini, SD, SMP dan SMA dengan fasilitas lengkap se-luas sekitar 30-50 hektare.

Sukardi mengaku, pembangunan sekolah dilakukan untuk anak-anak tempatan yang ingin mendapatkan pendidikan lebih dengan full fasilitas atau bertaraf internasional.

“Saya mau bangun Bintan ini. Semuanya untuk masyarakat agar lebih maju kedepannya. Kita dapat sekolah yang lebih bagus, dan ini semua untuk anak cucu kita kedepannya. Jadi bukan untuk saya pribadi, bukan,” tegasnya.

Sukardi juga berencana kawasan Batu Licin sebagai tempat logistik se-Asia selain pariwisata.

“Kita mau buat satu kawasan ini seperti Alibaba. Jadi jual barang di seluruh Asia itu ada disini,” jelasnya.

Owner PT Bukit Kemunting ISC, Sukardi.

Owner PT Bukit Kemunting ISC, Sukardi.

Hanya saja, kata Sukardi, semua rencana itu butuh dukungan dan kerjasama masyarakat, khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Kabupaten Bintan.

“Kalau Pemkab Bintan tak mendukung, saya mau minta atau urus izin sama Tuhan, gak bisa kan, harus tetap sama Pemda juga kan. Tapi kalau Pemda gak mendukung gak masalah,” tegasnya.

Sukardi berharap Pemda setempat dapat mendukung proyek tersebut demi tercapainya cita-cita anak tempatan guna mendapatkan pendidikan yang lebih layak untuk kemajuan daerah.

Luas tanah yang diperlukan untuk semua rencana itu sekitar 500 hektare. Untuk logistik sekitar 200 hektare. Komersial, dan pembangunan sekolah 30-50 hektare dan sisanya untuk perumahan dan wisata.

“Untuk membangun sekolah dengan luas 30-50 hektare ini memerlukan biaya yang tidak sedikit,” tuturnya.

Untuk anggaran tahap pertama, kata Sukardi memerlukan dana sebesar Rp200 juta dolar AS. “Tapi kita tidak usah ke anggaran dulu. Karena ini baru peninjauan,” tutupnya.

(dar)

Baca juga :

    Top