Pembukaan Musrenbang Natuna Tahun 2019

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, saat membuka Musrenbang Natuna 2019.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, saat membuka Musrenbang Natuna 2019.

Nutuna, LintasKepri.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna Tahun 2020, berlangsung di Gedung Sri Srindit, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (11/03/2019) malam.

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal tersebut, mengambil tema “Penguatan Daya Saing Daerah Berbasis Sumber Daya Alam Terbarukan di Dukung Penguatan Manajemen Sumber Daya Aparatur”.

Dalam sambutannya Hamid Rizal mengatakan, Musrenbang perlu dilaksanakan karena merupakan wadah penampung dan membahas aspirasi masayarakat tentang apa saja yang usulkan dalam segi pembangunan daerah.

Peserta dan para tamu undangan yang hadir dalam Musrenbang Natuna 2019.

Peserta dan para tamu undangan yang hadir dalam Musrenbang Natuna 2019.

Proses musrenbang tahunan yang diselenggarakan itu mulai dari tahap rembuk warga, musrenbang desa dan kelurahan, musrenbang Kecamatan, OPD, sampai musrenbang kabupaten, memiliki peran strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Natuna Tahun Anggaran 2019.

“Melalui kesempatan ini, pemangku seluruh kepentingan dapat menanajamkan keselarasan segala program yang di ususlkan sehingga mendapat kesepakatan RAPBD Natun 2020,” ujar Hamid Rizal, seperti dilansir dari Jelajah Kepri.

Orang nomor satu di bumi laut sakti rantau bertuah itu juga menyampaikan beberapa hal terkait kondisi sektor perekonomian Kabupaten Natuna saat ini, termasuk kecenderungan ke depannya.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Pada 2018 angka pengangguran mengalamai penurunan dari tahun sebelumnya 4,07 persen, IPM mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 71.5 persen, tingkat ketimpangan pembangunan yang diukur melalui rasio menurun dari tahun sebelumnya 0,32 persen, tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Natuna mengalami perlambatan 5,68 persen dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna Yusripandi dalam kesempatan yang sama menyampaikam pokok-pokok pikiran Lembaga DPRD terhadap Musrenbang Tahun 2019.

Dalam penyampaiannya, Ketua DPRD Yusripandi mengapresiasi kinerja Bupati beserta jajarannya yang telah bekerja keras menggelar musrenbang. Dengan demikian Yusripandi mengajak seluruh Lembaga Eksekutif maupun lembaga lainnya untuk konsisten dalam setiap tahapan pembahasan APBD.

Bupati Natuna saat menyalami para tamu undangan.

Bupati Natuna saat menyalami para tamu undangan.

“Karena kalau kita terlambat dalam pengesahan APBD maka ada sanksi administratif bagi anggota DPRD, dan Kepala Daerah yaitu berupa tidak di bayar 6 bulan semua hak keuangannya. Namun perlu di ingat bahwa sanksi tersebut dikenakan kepada lembaga yang terlambat menjalankan tahapan yang telah di atur UU nomor 23 Tahun 2014,” ujar Yusripandi.

Di akhir penyampaiannya, Yusripandi meminta perbaikan pembangunan dibidang kesehatan seperti pelayanan kesehatan Puskesmas maupun Pustu, penggunaan BPJS yang di nilai kurang tersosialisasi, serta peningkatan pembangunan dibidang pendidikan terutama bagi anak yang kurang mampu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Natuna Wan Siswandi, para Asisten, pimpinan OPD, FKPD, Anggota DPRD Natuna, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Editor : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top