Lukisan Fiji Diminati Kolektor Mancanegara

DPRD Lingga
Lingga Kab
Rafiji atau akrab disapa Fiji (20) menunjukkan hasil lukisannya.

Lingga, LintasKepri.com – Rafiji atau akrab disapa Fiji (20), pemuda asal Desa Resun Pesisir, Tanjung Bungsu, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, miliki keahlian melukis gambar dark at, yang lukisan tersebut tidak hanya pernah dibeli salah satu pengusaha di Tanjungpinang sebagai logo pakaian, bahkan juga diminati oleh salah satu kolektor mancanegara.

Kepada awak media Fiji mengaku, sebelumnya tak pernah terpikir lukisan tersebut bisa menghasilkan rupiah, melainkan kegiatan melukis yang dirinya lakukan, hanya untuk mengisi waktu kosong di tengah Pandemi covid-19.

“Seni melukis ini memang dari dulu saya minati, awalnya saya hanya menggunakan peralatan seperti pena dan kertas buku biasa, karena tidak punya modal waktu itu, namun setelah ada sedikit modal, baru saya beli pena khusus dan juga kertas yang agak bagus,” ungkap Fiji, di salah satu warung kopi Daek Lingga, Senin (5/4).

Pemuda dari tiga bersaudara tersebut juga mengaku, ingin hasil dari karya lukisannya bisa membantu untuk biaya kedua adiknya yang sedang bersekolah, sehingga tidak lagi terbebani kepada kedua orang tuanya.

Fiji menjelaskan, Alhamdulillah kemaren pernah terjual ke pengusaha pakaian di Tanjung pinang saat saya posting lewat IG, kemudian yang saya agak kaget, ada warga dari California dengan nama Instagramnya Kushtopia Sukrz yang saat itu bertanya lewat komentar, apakah lukisan itu di jual? Saya jawab iya, namun saya tidak menetapkan nominal, mungkin karena dia ini memang berminat, lantas di kirimkannya uang sekitar 80 U$ Dollar kemudian lukisannya saya kirim lewat Pos.

“Lukisan saya ada yang saya bikin di kayu, kotak pensil dan juga dinding ruangan, kalau di kertas itu sudah umum, dan dengan lukisan ini juga saya berharap, bisa membantu untuk adik-adik saya yang sedang bersekolah,” harap Fiji.

Fiji juga berharap, dari hasil karya lukisannya bisa memberi motivasi kepada para pemuda, khususnya pemuda yang seumuran dengan dirinya agar selalu berkreasi dengan talenta yang ada.

Selain mejadi sebuah kegiatan yang positif, juga bisa menghasilkan uang dalam mengisi ke kosongan waktu.

“Zaman ini kan zaman gadget, jadi saya mengajak kepada kawan-kawan, ketimbang main game atau membuat kegiatan yang tidak bermanfaat, mari sama-sama kita membuat sebuah kreatifitas yang bisa menghasilkan,” pungkas Fiji.

(fza)