Kondisi Jembatan Perbatasan Dusun I Mala Desa Mepar Mengkhawatirkan

DPRD Lingga
Lingga Kab
Kondisi Jembatan Perbatasan Dusun I Mala Desa Mepar Mengkhawatirkan.

Lingga, LintasKepri.com – Kondisi jembatan perbatasan Dusun I Mala Desa Mepar berbahaya untuk dilintasi masyarakat pasalnya tanah tebing mulai ambruk lagi.

Tokoh masyarakat Dusun I Mala, Tarmizi, ditemui LintasKepri, menuturkan, tanah tebing jembatan itu rawan longsor diakibatkan hujan beberapa hari yang lalu.

Ditambah lagi jembatan juga langganan longsor. Dalam satu tahun dua kali terjadi longsor.

“Jembatan tetap berisiko untuk dilalui masyarakat. Apalagi saat air sungai naik. Baru beberapa bulan yang lalu diperbaiki kini longsor lagi,” paparnya tak jauh dari lokasi jembatan, Senin (5/4).

Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung Desa Mala dan desa lainnya untuk menuju ibu kota Kabupaten Lingga.

“Bukan hanya masyarakat desa daerah sini saja yang melintasi. Tetapi masyarakat dari Dabo dan berbagai daerah melewati sini juga. Karena jembatan juga penghubung menuju ke Kapal Roro tujuan Daek ke Dabo,” tutur Tarmizi.

Kondisi Jembatan Perbatasan Dusun I Mala Desa Mepar Mengkhawatirkan.

Saat ini jembatan itu tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Itu pun hanya satu sisi yang bisa dilewati. Karena, satu sisi jembatan tanahnya sudah longsor. Kendaraan roda empat harus melintasi bagian bawah alur sungai,” jelas Tarmizi.

Dia menyebut, berkali-kali diajukan pembagunan jembatan permanen kepada Pemkab Lingga. Sudah banyak tahun diajukan. Setiap Musrenbang, pembangunan jembatan ini menjadi prioritas di desa itu.

“Tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap Tarmizi.

Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lingga yang baru, Nizar-Neko, diharapkan pembangunan jembatan ini terealisasi.

“Karena jembatan ini merupakan akses masyarakat ramai,” harap Tarmizi.

(fza)