'

Ini Uang yang Akan Disiapkan Pemko Tanjungpinang Untuk Festival Bahari

Sekda Tanjungpinang, Riono (Kiri) bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Juramadi Esram (Kanan).

Sekda Tanjungpinang, Riono (Kiri) bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Juramadi Esram (Kanan) saat konferensi pers usai rapat Festival Bahari Kepri, Senin (3/10).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang berencana mengeluarkan uang sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta guna memeriahkan Festival Bahari di Provinsi Kepulauan Riau.

Dana itu akan dicaplok dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2016 (APBD-P). Festival ini diselenggarakan selama 10 hari dimulai pada 20-30 Oktober 2016 mendatang.

“Sekitar Rp700 juta sampai Rp800 jutaan dari anggaran APBD-P,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram usai mengikuti rapat Festival Bahari Kepri bersama SKPD terkait yang dipimpin langsung Sekda Tanjungpinang, Riono di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (3/10).

Di sisi lain, menurut Riono selaku pemimpin rapat tersebut menuturkan, keikutsertaan 200 yachter di Festival Bahari Kepri juga merupakan peluang besar dimanfaatkan Pemko Tanjungpinang dengan menyisipkan beberapa kegiatan bernuansa khas Melayu Tanjungpinang, seperti lomba memancing, melukis dan kegiatan lainnya.

“Selama ini masyarakat Tanjungpinang ikut perlombaan memancing di kabupaten sebelah. Oleh sebab itu, peluang ini akan kami manfaatkan agar ke depan tak perlu memancing di kabupaten lain,” nilai Riono.

Ia juga mengatakan bahwa dengan event memancing tersebut, ekonomi kerakyatan di Kota Tanjungpinang akan meningkat melalui penyewaan armada, pembelian alat tangkap dan lain sebagainya meskipun lokasi pemancingan masih belum ditentukan.

Tanjungpinang juga mengadakan Tabligh Akbar pada 19 Oktober mendatang diikuti dengan Pawai dan Wisuda 1000 Santri pada 22 Oktober 2016 mendatang.

Menurut Riono, puncak Festival Bahari Kepri sebelumnya dilaksanakan seiring dengan peresmian Gedung Gonggong di Tepilaut. Hanya saja sampai kini pengerjaan Gedung Gonggong tersebut belum bisa dipastikan kapan akan rampung.

Oktober yang dianggap bulan Pariwisata bagi Kota Tanjungpinang ini, juga akan digelar Dragon Boat Race yang telah diisi sekitar 17 peserta dari Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia.

“Akan kami maksimalkan semua, karena kami menginginkan Festival Bahari di Kepri dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Tanjungpinang,” katanya. (Iskandar)

Baca juga :

Top