''

Ini Jawaban Walikota Dikritik LSM Lidik dan GAM Soal Adipura

“Jangan dengan kebencian menilai suatu masalah. LSM itukan fungsi kontrol dengan menyampaikan kebenaran dan memberikan solusi. Jangan hanya sekedar mengkritik,”

Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Lis-Syahrul saat memegang Piala Adipura Buana 2016 kategori kota sedang yang berhasil diraih Kota Tanjungpinang

Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Lis-Syahrul saat memegang Piala Adipura Buana 2016 kategori kota sedang yang berhasil diraih Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menanggapi santai terkait kritikan yang dilontarkan LSM Lidik dan GAM Kepri soal Kota Tanjungpinang mendapatkan Adipura Buana kategori kota sedang tahun 2016, dari 31 kabupaten/kota Se-Indonesia.

Dirinya mengucapkan terimakasih atas kritikan yang disampaikan dalam menyikapi perjuangan para petugas kebersihan selama ini yang dianggap LSM tersebut bahwasanya Kota Tanjungpinang belum pantas tanpa memberikan solusi.

“Jangan dengan kebencian menilai suatu masalah. LSM itukan fungsi kontrol dengan menyampaikan kebenaran dan memberikan solusi. Jangan hanya sekedar mengkritik,” tegas Lis saat menghubungi LintasKepri.com, Minggu (24/7) malam.

Baca GAM: Tanjungpinang “Belum Layak” Dapat Adipura

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan alergi untuk dikritik. Namun, harus secara lugas dan jelas.

“Kita tidak mengerti apa yang dikritik. Selama 46 tahun saya berada di Tanjungpinang, baru sekali ini saya mendengar orang yang tinggal di Tanjungpinang tidak suka Kota Tanjungpinang mendapatkan penghargaan terbaik di tingkat nasional. Jangan-jangan dia bukan orang Tanjungpinang,” ungkapnya.

Lis menjelaskan, Adipura Buana adalah penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada kabupaten/kota yang peran pemerintah daerah bersama masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan kebersihan.

“Penilaiannya bertahap, dimulai dari November, Maret, April, dan mereka (Tim penilai pusat,red) menilai untuk seluruh Indonesia,” paparnya.

Selanjutnya, dalam proses penilaian Adipura tersebut, katanya Walikota diminta untuk memaparkan kembali usaha menjaga kebersihan itu.

“Saya diberi amanah sebagai kepala daerah untuk mengekspos didalam tim independen. Kita menjelaskan lagi hasil penilaian mereka,” tutur Lis.

Baca LSM Lidik Pertanyakan Transparan Penilaian Adipura

Atas usahanya itu, sang walikota ini merasa kagum atas jerih payah petugas kebersihan, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan masyarakat Kota Tanjungpinang yang bersama membantu menciptakan Tanjungpinang menjadi bersih.

“Terutama terimakasih saya kepada insan Pers yang terus membantu menginformasikan kebersihan di Kota Tanjungpinang,” katanya.

Soal apresiasinya kepada petugas kebersihan yang selama ini menjalankan tugas dengan baik, mulai dari pagi, siang, sore hingga malam bahkan subuh hari terhadap upaya membersihkan sampah, dirinya langsung memberikan santunan ketika perayaan raihan Adipura Buana tersebut didapat pada Sabtu (23/7) lalu.

“Langsung saya berikan Rp400.000 kepada seluruh petugas kebersihan di Kota Tanjungpinang. Tapi, bukan itu yang kita apresiasi, namun usaha untuk tetap komitmen dalam menjaga kebersihan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kota Tanjungpinang, kata Lis, telah mendapatkan 13 penghargaan dari pemerintah pusat atas terjaganya kebersihan kategori kota sedang.

“Meskipun pada tahun 2015 kita tidak mendapatkan piala Adipura, namun kita mendapatkan piagam Adipura dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Kata Lis, perolehan adipura adalah berkat doa dan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh masyarakat KotaTanjungpinang, seperti RT/RW, LSM Peduli Lingkungan, Organisasi Pemuda , Ormas, Pimpinan Instansi Pemerintah dan lainnya sperti TNI, Polri, BUMD, dan seluruk pimpinan SKPD, ASN Pemko, PTT dan stakeholder lainnya yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Saya bersama Wakil Walikota, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang tentu mengucapkan terimakasih kepada  seluruh pihak yang telah bersusah payah menjaga kebersihan Kota Tanjupinang, terkhusus buat Petugas kebersihan. Mereka adalah pahlawan kebersihan,” tuturnya.

Diakhir penyampaiannya kepada LintasKepri.com, Lis berpesan kepada siapapun yang mengkritik kinerja Kota Tanjungpinang, terlebih dalam persoalan peraihan Adipura Buana 2016 ini, dia mengatakan untuk tetap menjaga nama baik Kota Tanjungpinang.

“Belajarlah menghargai jerih payah orang lain, seperti RT, RW, petugas kebersihan. Coba bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah menjaga Kota Tanjungpinang dengan baik, tunjukkan dan buktikan,” tegasnya. (Aji Anugraha)

Baca juga :

Top