'

Apri Fokus Smelter dan Pelabuhan di Bintan

Bupati Bintan Apri Sujadi

Bupati Bintan Apri Sujadi

Bintan, LintasKepri.com – Bupati Kabupaten Bintan, Apri Sujadi menegaskan akan fokus terhadap penyelesaian program pembangunan dari beberapa sektor, diantaranya soal pengembang pengolahan dan pemurnian alumina (Smelter) serta pelabuhan.

“Tapi ingat, harus tetap taat pada peraturan yang ada,”kata Apri saat di temui di Kantor Bupati Bintan, Bintan Bunyu, Selasa (8/3).

Poin pertama yang dilakukan Apri, adalah sektor pertambangan. Apri mengingatkan kepada perusahaan pengembang pengolahan dan pemurnian alumina (Smelter) untuk mengikuti mekanisme yang benar, alias izin pengoperasian yang jelas.

Untuk mengetahui izin pengoperasian dan rencana pengelolaan biji besi tersebut diharapkan para pengusaha melakukan kordinasi dengan pemerintah daerah, melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Bintan.

“Bisa diurus melalui SKPD terkait, mengenai apa saja yang menjadi kendala dalam persoalan izin smelter tersebut,” tambahnya.

Lanjut Apri soal izin pengeperasian smelter, menurutnya harus mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Bintan Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2011-2031.

“Semelter, kita tetap mengacu pada peraturan tataruang wilyah Kabupaten Bintan, masih menunggu pembahasan tata ruang kembali di Pemerintahan Provinsi Kepri,” katanya.

Bintan Utara Bakal Miliki Pelabuhan

Tidak hanya menyoroti semelter, Bupati Kabupaten Bintan, Apri Sujadi, akan seger percepat pembangunan pelabuhan kabupeten bintan, terutama pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bintan.

“Untuk pelabuhan, kita akan mengupayakan pembangunan pelabuhan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Adapun rencana pembangunan pelabuhan tersebut adalah difokuskan di Bintan Utara, “kita akan membuat regulasinya terlebih dahulu,” katanya.

Tidak hanya pembangunan pelabuhan baru nantinya, Apri akan membenahi pengoprasian pelabuhan yang sudah ada. Semisal, pelabuhan Internasional di desa Berakit, Kecamatan Telok Sebung Kabupaten Bintan.

Ditambah lagi, nantinya Apri akan mencari para sarjana lulusan pelayaran untuk dapat mengoperasikan pelabuhan yang telah menghabiskan anggaran “puluhan milyar” namun tak kunjung beroperasi.

Pelabuhan yang sudah ada seperti Berakit itu akan dioptimalkan, ya mungkin dengan sentuhan nantinya agar lebih maksimal. Nantinya juga kita mencari lulusan pelayaran untuk mengoprasikan pelabuhan itu, kita lihat kedepannya,” tutupnya soal progres pelabuhan.(Aji Anugraha)

Baca juga :

Top