Ini Bentuk Sinergitas TNI, POLRI dan Masyarakat di Perbatasan

Tampak Anggota TNI, POLRI dan Masyarakat sedang melaksanakan Goro melanjutkan perbaikan jembatan yang putus diterjang banjir.
Tampak Anggota TNI, POLRI dan Masyarakat sedang melaksanakan Goro melanjutkan perbaikan jembatan yang putus diterjang banjir.

Natuna, LintasKepri.com – Setiap musibah yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa bagi manusia, pasti selalu ada hikmah dibaliknya. Tak terkecuali seperti musibah banjir dan ambruknya jembatan dilintas Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu.

Dalam musibah yang sempat memutus akses darat yang menghubungkan kedua wilayah tersebut, mungkin ada pesan yang ingin disampaikan oleh Tuhan kepada ummatnya. Misalnya seperti peringatan supaya tidak menebang pohon dan merusak hutan, serta menjaga kelestarian alam sebagai habitat makhluk lainnya.

Hikmah lain yang bisa dipetik atas musibah tersebut, yaitu terjalinnya silahturahmi antara personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Pemerintah Daerah, Masyarakat serta lembaga lainnya.

Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Warga Kelarik saat memperbaiki jembatan di A Sungai Semala.
Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Warga Kelarik saat memperbaiki jembatan di
Sungai Semala.

Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) asal Kecamatan Bunguran Utara (Kelarik) Sertu Budihardjo dan Kopda Ruwiyadi, dengan Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelarik Aiptu Widodo, bersama sejumlah warga setempat, yang melakukan gotong royong (goro) untuk membenahi lanjutan pembuatan jembatan darurat di Sungai Semala, yang sempat ambruk akibat diterjang banjir. Kamis (12/12/2019) siang.

Akibat peristiwa itu, akses jalan dari dan ke Kelarik sempat terputus beberapa saat. Namun berkat kekompakan Pemerintah setempat bersama sejumlah lembaga Vertikal, Organisasi Kemasyarakatan dan Warga sekitar, permasalahan tersebut akhirnya dapat diatasi.

“Goro untuk melanjutkan perbaikan jembatan ini, kami lakukan dalam kegiatan Komsos (Komunikasi Sosial, red) rutinan. Komsos ini merupakan kegiatan kemiliteran selain perang,” terang Sertu Budihardjo kepada media ini.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti chainsaw (mesing pemotong kayu), martil, parang, cangkul dan beberapa alat lainnya, para abdi negara bersama masyarakat di Perbatasan itu berhasil menyempurnakan pembangunan jembatan darurat di Sungai Semala, yang terbuat dari kayu.

Jembatan darurat di Sungai Semala Kelarik, kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Jembatan darurat di Sungai Semala Kelarik, kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.

Alhasil, jembatan itupun akhirnya dapat kembali dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

“Sebelumnya jembatan tersebut sama sekali tidak bisa dilalui, karena rusak parah akibat tergerus arus sungai Semala yang sangat deras,” katanya.

Mereka berharap kepada Pemerintah Daerah Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna, agar segera membangun jembatan dan jalan lanjutan secara permanen antara Kecamatan Bunguran Batubi dan Bunguran Utara. Sebab jalan tersebut merupakan akses darat utama dan satu-satunya bagi warga setempat, untuk menuju ke Kota Ranai maupun sebaliknya.

Goro tersebut merupakan salah satu bukti sinergitas antara aparat TNI, POLRI dan Masyarakat yang berada disalah satu daerah perbatasan dan terluar NKRI.

Laporan : Erwin Prasetio