Anak di Kepri Menilai Kebijakan Pemerintah Belum Pro Kemereka

M. Sani, Gubernur Kepri,  memberikan bantuan kepada anak saat peringatan Hari Anak Nasional di Tanjung Batu, Karimun (3/8).
M. Sani, Gubernur Kepri, memberikan bantuan kepada anak saat peringatan Hari Anak Nasional di Tanjung Batu, Karimun (3/8).

Karimun, Lintas Kepri – Anak Kepri menilai kebijakan Pemerintah di Kepri belum pro mereka, hal tersebut di sampaikan perwakilan anak Kepri langsung di depan Gubernur Kepri M. Sani, saat membacakan Deklarasi Anak Indonesia, pada acara peringatan Hari anak Indonesia (HAN) di Tanjung Batu, kecamatan Kundur Kota, kabupaten Karimun, Senin (03/08).

Berbagai kebijakan tersebut seperti alokasi dana APBD yang sangat minim, pembangunan yang berakibat lingkungan rusak, kota tidak ramah anak seperti tak ada taman fasilitas bermain  dan minimnya sarana olah raga serta meningkatnya kasus pidana yang menyebabkan anak menjadi korban.

Septi, ketua forum anak Kepri menyampaikan ia mewakili sekitar 60 ribu anak di Kepri, sangat mengharapkan peran pemerintah untuk memperbaiki hal tersebut kedepannya.

Menanggapi permintaan dan kritikan tersebut M. Sani Gubernur menyambut positif dan berjanji akan memperhatikan kemudian di perbaiki, jika terpilih kembali dalam Pilgub Desember mendatang.

Peringatan Hari Anak Nasional (03/08) Provinsi Kepri dipusatkan di RSUD Tanjung Batu yang baru selesai di bangun Pemprov , sekaligus di resmikan oleh Gubernur.

Acara di isi penampilan anak seperti kesenian drama, baris berbaris, pembacaan ayat suci Al qur,an dan pemberian penghargaan serta deklarasi anti kekerasan anak dari berbagai organisai perempuan dan forum anak Kepri, serta penanda tanganan prasasti berbagai proyek fisik yang di bangun Pemprov Kepri di Kabupaten Karimun, seperti RSUD dan pelabuhan di Tanjung Batu oleh Gubernur.

Acara yang mestinya untuk edukasi anak Kepri di sayangkan beberpa kalangan yang hadir, karena disisipi politik praktis, baik saat penampilan anak maupun pidato oleh Nurdin Basirun, Bupati Karimun serta M.Sani, Gubernur Kepri , mereka menilai mestinya acara itu murni hari anak bukan untuk kepentingan lain. (Mrz)