Lintaskepri.com, Batam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Belian 2 di Kota Batam dilaporkan berhenti beroperasi sementara. Penghentian layanan tersebut berdampak pada sejumlah sekolah penerima manfaat yang untuk sementara waktu tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi.
Informasi yang beredar menyebutkan penghentian operasional dilakukan akibat keterlambatan pencairan dana bantuan pemerintah. Dalam pemberitahuan yang diteruskan kepada penerima manfaat, distribusi MBG dari SPPG Belian 2 dihentikan mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak sekolah meminta para orang tua untuk membekali anak-anak mereka dengan makanan dari rumah selama layanan MBG belum kembali berjalan normal. Kebijakan ini dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama masa penghentian sementara.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pengelola SPPG Belian 2 maupun pihak terkait mengenai kapan program tersebut akan kembali beroperasi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah wali murid yang berharap layanan dapat segera dipulihkan mengingat program MBG menjadi salah satu penopang kebutuhan gizi harian siswa.
Di tingkat nasional, isu penghentian sementara operasional sejumlah SPPG juga ramai diperbincangkan. Beberapa laporan menyebutkan terdapat dapur MBG di berbagai daerah yang mengalami kendala operasional akibat persoalan pendanaan. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG secara nasional tetap berjalan dan terus dilakukan pembenahan tata kelola untuk menjaga keberlanjutan layanan.
Sebelumnya, Kota Batam menjadi salah satu daerah dengan perkembangan program MBG yang cukup pesat. Pemerintah daerah menargetkan puluhan dapur SPPG beroperasi penuh guna menjangkau seluruh peserta didik dan kelompok penerima manfaat lainnya di wilayah tersebut.






