Lintaskepri.com, Caracas – Venezuela masih berjuang menghadapi dampak dua gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang negara itu pada 24 Juni 2026. Hingga Sabtu (27/6), otoritas melaporkan ratusan gempa susulan terus terjadi, memperumit upaya pencarian dan penyelamatan korban di sejumlah wilayah terdampak.
Dua gempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah barat Venezuela hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit. Getaran kuat menyebabkan kerusakan parah di kawasan pesisir dan ibu kota Caracas, merobohkan ratusan bangunan, merusak rumah sakit, jalan, serta memaksa penutupan sementara bandara internasional utama.
Memasuki hari ketiga pascabencana, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan. Proses evakuasi terkendala oleh gempa susulan yang terus berlangsung, kerusakan infrastruktur, serta padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah. Bantuan kemanusiaan dari berbagai negara mulai berdatangan untuk mendukung operasi penyelamatan.
Menurut laporan resmi yang dikutip media internasional, lebih dari 300 gempa susulan telah tercatat sejak gempa utama terjadi. Ratusan bangunan dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat, sementara ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih kuat.
Bencana ini menjadi salah satu gempa paling merusak yang pernah dialami Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah menetapkan status darurat dan mengerahkan personel militer, petugas medis, serta relawan untuk mempercepat distribusi bantuan dan penanganan korban.
Pakar kebencanaan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan otoritas setempat hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
