Batam  

Berawal dari Donasi, Dugaan Penganiayaan Anak 9 Tahun di Batam Terungkap

Belladina
Berawal dari Donasi, Dugaan Penganiayaan Anak 9 Tahun di Batam Terungkap. Dok : Ilustrasi
Berawal dari Donasi, Dugaan Penganiayaan Anak 9 Tahun di Batam Terungkap. Dok : Ilustrasi

Lintaskepri.com, Batam – Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang anak perempuan berusia 9 tahun di Kota Batam berhasil terungkap berkat kejelian anggota dan Satgas Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam. Korban yang diketahui berinisial A diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh orang tua di lingkungan keluarganya.

Peristiwa ini mencuat pada Jumat (19/6/2026) malam ketika ayah korban mengirimkan pesan ke grup KOMANDO Batam untuk meminta bantuan biaya pengobatan anaknya. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa korban mengalami luka akibat terjatuh di kamar mandi. Namun, sejumlah anggota komunitas menilai kondisi luka yang dialami korban terlihat tidak wajar sehingga menimbulkan kecurigaan.  

Ketua Umum KOMANDO Batam, Feryandi Tarigan, kemudian memerintahkan Satgas untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi korban. Setelah melakukan penelusuran dan berinteraksi dengan korban, tim menemukan indikasi kuat bahwa luka yang dialami bukan akibat kecelakaan biasa. Korban diduga telah mengalami kekerasan dalam beberapa hari sebelumnya.  

Menurut informasi yang dihimpun, upaya menggali keterangan dari keluarga korban sempat menemui hambatan karena adanya penyangkalan terkait dugaan kekerasan. Namun, setelah berhasil berbicara dengan korban di luar rumah, tim mendapatkan pengakuan yang mengarah pada dugaan penganiayaan oleh ibu tiri korban.  

Kecurigaan semakin menguat setelah diperoleh informasi bahwa terduga pelaku berencana meninggalkan Batam. KOMANDO Batam kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan tindakan cepat. Berkat kerja sama tersebut, terduga pelaku berhasil diamankan sebelum meninggalkan wilayah Batam.  

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Embung Fatimah untuk menjalani pemeriksaan medis, visum, dan mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil alih proses penyidikan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.  

Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan di Polsek Batuaji sebelum akhirnya dilimpahkan ke Polsek Sagulung karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum tersebut. Polisi saat ini masih mendalami kasus dan mengumpulkan berbagai alat bukti untuk proses hukum lebih lanjut.  

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi anak-anak yang berpotensi menjadi korban kekerasan. Keberanian anggota komunitas dalam menindaklanjuti kejanggalan yang ditemukan dinilai menjadi faktor penting dalam penyelamatan korban dan pengungkapan kasus yang kini menjadi perhatian publik di Batam.  

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini