Kampus STAIN SAR Kepri Perkuat Bahasa Arab dan Inggris Dikalangan Mahasiswa

Mahasiswa STAIN SAR Kepri bersama dua narasumber international. (Foto Lintaskepri)

Lintaskepri.com, Bintan – Kampus STAIN Sultan Abdurrahman  Kepri perkuat Bahasa Arab dan Inggris bagi seluruh mahasiswanya dengan menggelar seminar kebahasaan international bertempat di Auditorium Razali Jaya kampus STAIN SAR Kepri di Jalan Lintas Barat Kabupaten Bintan, Kamis (15/5/2024).

Seminar tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Kompetensi Berbahasa Arab dan Inggris Untuk Berkontribusi Dari Lokal Menuju Global” dengan narasumber international yaitu Syaikh ‘Ala Abdul Wahhab Abdul Latif Alfutaih dari Yaman dan Mr. Ferdinand H.P. Wouda dari Belanda.

Ketua STAIN Kepri Muhammad Faisal mengatakan kegiatan ini sebagai upaya dalam melakukan peningkatan kualitas berbahasa pada mahasiswa dan masyarakat.

“Ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kontribusi lokal menuju kancah internasional,” jelas Muhammad Faisal

Selanjutnya dalam paparan Syaikh ‘Ala Abdul Wahab Abdul Latif Al Fatih menekankan pentingnya mendengarkan secara intensif sebagai langkah awal dalam pembelajaran bahasa Arab.

Menurutnya pemahaman yang kuat terhadap bahasa Arab harus dibangun sebelum mulai berbicara dalam bahasa tersebut.

“Dengan mendengarkan secara intens, pembelajar dapat membangun dasar yang kokoh sebelum melangkah ke tahap percakapan aktif,” ujarnya.

Sementara itu Mr. Ferdinand H.P. Wouda membahas tantangan yang sering dihadapi dalam belajar bahasa Inggris, seperti ketidakpercayaan diri, keterbatasan kosakata, dan tata bahasa yang kurang sempurna.

Ia mendorong peserta untuk mengatasi ketakutan ini melalui latihan yang konsisten dan percaya diri.

“Berbicara dalam bahasa Inggris memerlukan kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan sendiri. Latihan yang konsisten adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan berbicara,” tambahnya.

Terakhir ia kedua narasumber itu berharap melalui seminar ini para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.

“Semoga seminar ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam mendorong kontribusi kita dari lokal menuju kancah internasional,” pungkasnya. (Mfz)

Editor: Ism