Lintaskepri.com, Flores – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa berpusat di sekitar wilayah timur laut Nagekeo dengan kedalaman dangkal sehingga getarannya dirasakan kuat di sejumlah daerah.
Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat material bangunan berupa batu, beton dan puing-puing berserakan di salah satu lokasi terdampak.
Gempa juga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Berdasarkan pembaruan data yang ditampilkan dalam unggahan tersebut, kenaikan muka laut terdeteksi di beberapa titik, dengan yang tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole–Ende. Kenaikan muka laut lainnya tercatat sekitar 0,19 meter di Sikka, 0,17 meter di Dompu, serta 0,14 meter di Bakalang–Alor.
Sejumlah wilayah pesisir NTT kemudian berada dalam status siaga tsunami, termasuk Manggarai Utara, Ngada Utara, Manggarai Barat Utara, Ende Utara dan Sikka Utara.
Tim SAR dan petugas terkait dikerahkan untuk melakukan penanganan serta membantu masyarakat terdampak. Laporan media internasional menyebut sekitar 2.000 warga di Nagekeo sempat mengungsi setelah gempa, sementara kerusakan bangunan dan gangguan listrik juga dilaporkan terjadi.
Imbauan untuk masyarakat
Warga yang berada di wilayah pesisir diimbau tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan maupun informasi resmi mengenai kondisi tsunami. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke kawasan rawan sebelum dinyatakan aman.
Perkembangan jumlah korban, kerusakan serta kondisi tsunami masih terus diperbarui oleh pihak berwenang.






