Lintaskepri.com, Jakarta – Kabar mengenai kemungkinan turunnya harga BBM nonsubsidi Pertamax mulai ramai diperbincangkan masyarakat setelah lonjakan harga yang terjadi pada Juni 2026. Namun hingga saat ini, pemerintah dan Pertamina belum mengumumkan rencana resmi penurunan harga Pertamax.
Sebelumnya, mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut dilakukan menyusul lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya biaya impor energi.
Kenaikan harga BBM ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Sejumlah kalangan menilai beban biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari semakin meningkat, sementara kelompok mahasiswa di berbagai daerah bahkan menggelar aksi yang salah satu tuntutannya adalah penurunan harga BBM.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai peluang penurunan harga Pertamax tetap terbuka apabila harga minyak mentah dunia kembali stabil dan nilai tukar rupiah menguat dalam beberapa pekan ke depan. Faktor global, terutama kondisi geopolitik di Timur Tengah, masih menjadi penentu utama pergerakan harga energi.
Bank Dunia juga menyoroti besarnya tekanan terhadap anggaran negara akibat meningkatnya biaya subsidi dan kompensasi energi. Pemerintah saat ini masih berupaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tingginya harga energi global.
Hingga Kamis (18/6/2026), belum ada keputusan resmi mengenai penurunan harga Pertamax. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi dari pemerintah dan Pertamina untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait kebijakan harga BBM nasional.






