Lintaskepri.com, Jakarta – Berawal dari persoalan yang terdengar sepele, kasus ini justru berakhir tragis. Seorang prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), Serda Ahmad Muzammil Farisa, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya.
Yang membuat kasus ini menjadi sorotan, dugaan penganiayaan tersebut disebut bermula dari salah membeli pesanan mi.
Korban disebut mendapat tugas membeli makanan untuk seniornya. Namun, makanan yang dibawa ternyata tidak sesuai pesanan. Senior disebut meminta mi kuah, tetapi korban justru membeli mi goreng.
Persoalan tersebut diduga memicu kemarahan. Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan sejumlah media, Serda Ahmad diduga mengalami kekerasan dalam dua kejadian berbeda pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.
Dalam kejadian yang disebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB, korban diduga dianiaya oleh empat seniornya di lingkungan asrama.
Tak lama setelah kejadian, kondisi korban memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga Sempat Dapat Informasi Berbeda
Kabar kematian Serda Ahmad kemudian membuat keluarga terpukul. Terlebih, keluarga mengaku sempat menerima informasi bahwa korban meninggal karena kecelakaan.
Namun, informasi dari rekan korban kemudian memunculkan dugaan lain, yakni adanya penganiayaan oleh senior.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian dan tengah ditangani melalui proses pemeriksaan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Berawal dari Mi, Berakhir dengan Kehilangan Nyawa
Kasus ini sontak menjadi sorotan publik karena dugaan pemicunya adalah persoalan makanan yang sederhana.
Jika dugaan penganiayaan tersebut terbukti, kasus ini kembali membuka pertanyaan serius mengenai senioritas, kekerasan dan perlakuan terhadap junior di lingkungan pendidikan maupun kedinasan militer.
Publik kini menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik kematian Serda Ahmad.






