
Tanjungpinang, LintasKepri.com – Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Kepri, menyoroti kedatangan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina beberapa hari lalu untuk bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kabupaten Bintan.
Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Kepri, Dave Samosir, meminta pemerintah pusat untuk dapat menenangkan masyarakat setempat yang gelisah.
Menurutnya, izin TKA asing yang bekerja di PT BAI langsung dari pemerintah pusat serta Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Sehingga, instansi tersebut harus meredam keresahan di masyarakat setempat.
“Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus harus memberikan suatu penjelasan kepada masyarakat Kepri. Bahwa, TKA ini benar-benar diperlukan oleh PT BAI untuk mempercepat proyek pembangunan disana,” ujar Dave Samosir di Tanjungpinang Timur, Senin (10/8).
Dia kecewa dengan anggota DPR RI dapil Kepri karena tidak berkomentar atas kedatangan TKA tersebut.
“Dari 4 orang wakil kita di pusat (DPR RI), tidak ada satupun yang berkomentar hal ini. Karena yang kita tahu, bahwa PT BAI ini kewenangannya ada di pusat. Seharusnya mereka bisa melihat keluhan di daerah,” terang Dave.
Ia meminta agar pemerintah pusat jangan membenturkan masyarakat dengan pemerintah daerah. Karena, menurut dia pemerintah daerah (Pemda) tidak mempunyai kewenangan dalam hal ini.
“Jangan benturkan masyarakat dengan Pemda. Karena ini kan langsung dari pusat. Jangan sampai terjadi begitu. Pemda pastinya tidak ingin terjadi hal-hal yang buruk terkait kedatangan TKA ini,” tegas Dave.
Dirinya berharap dengan kondisi perekonomian yang sedang terpuruk, elemen masyarakat dapat bahu-membahu untuk menjaga keamanan Kepri dengan kondusif. Sehingga, tidak mengganggu iklim investasi di negeri segantang lada ini.
“Ayolah, saya harap kepada semua elemen masyarakat untuk memandang hal ini dengan bijak, cari solusinya seperti apa,” pinta Dave.
Dari rombongan TKA ini, kata dia, ada juga anak daerah yang disekolahkan oleh PT BAI ke Cina. Sehingga, sangat tidak masuk akal jika ada anak daerah yang telah selesai belajar, namun ditolak kepulangannya.
“Jangan dijadikan sebuah keresahan kepada masyarakat. Jangan menuding TKA ini membawa wabah. Ingat dari TKA itu ada mahasiswa Kepri yang belajar disana yang akan menjadi tenaga ahli di PT tersebut. Kalau ditolak seperti apa kita. Menurut saya kurang bijaksana. Mohon dihargai, mereka capek-capek belajar terus ditolak sama daerahnya,” papar Dave.
Dave mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah menjalankan prosedur kedatangan TKA tersebut dengan baik. Seperti, pemeriksaan kesehatan bahkan petugas keamanan.
“Saya yakin Pemda Dapat profesional dalam hal ini. Masyarakat harap tenang dan serahkan kepada pemerintah, hal ini akan baik baik saja,” tutupnya.
(san)






