Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Rencana ekspansi jaringan ritel modern ke Tanjungpinang kembali menjadi sorotan publik. Isu akan masuknya dua raksasa minimarket nasional, Alfamart dan Indomaret, memicu perdebatan di kalangan pemangku kebijakan daerah, termasuk antara dua tokoh politik lokal, Hasan dan Lis Darmansyah.
Dalam beberapa waktu terakhir, wacana kehadiran ritel modern ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kemudahan akses kebutuhan pokok bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kekhawatiran muncul terkait dampaknya terhadap pelaku usaha kecil dan toko kelontong tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Hasan disebut-sebut cenderung mendukung masuknya investasi tersebut. Ia menilai kehadiran Alfamart dan Indomaret dapat meningkatkan daya saing daerah serta mempercepat perputaran ekonomi. Menurutnya, dengan regulasi yang tepat, ritel modern justru bisa berdampingan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbeda dengan itu, Lis Darmansyah menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati. Ia menyoroti potensi tergerusnya pasar tradisional serta usaha kecil jika ekspansi ritel modern tidak dikendalikan dengan baik. Lis menekankan pentingnya perlindungan terhadap pelaku usaha lokal agar tidak kalah bersaing, mengingat perbedaan modal dan sistem distribusi yang cukup signifikan.
Perbedaan pandangan ini memicu diskusi yang lebih luas di tengah masyarakat Tanjungpinang. Sejumlah warga menyambut positif rencana tersebut karena dinilai memberikan pilihan belanja yang lebih modern dan praktis. Namun, sebagian lainnya berharap pemerintah daerah dapat menetapkan aturan ketat, seperti pembatasan jumlah gerai dan zonasi lokasi, guna menjaga keseimbangan ekonomi.
Hingga kini, pemerintah daerah masih mengkaji secara mendalam rencana masuknya Alfamart dan Indomaret. Keputusan akhir diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan investasi sekaligus melindungi ekonomi kerakyatan, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.(bla)






