
Tanjungpinang, LintasKepri.com – Perkumpulan Teo Chew merayakan Perayaan Festival Mooncake di Gedung Bapindo Lama Jalan Yusuf Kahar Nomor 3 Kota Tanjungpinang, Kamis (15/9) malam secara resmi di buka oleh Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Ketua Perkumpulan Teo Chew Tanjungpinang Jeni mengatakan, Mooncake memiliki arti besar bagi warga Chainess yakni kue bulan yang melambangkan apabila bulan penuh maka hati dan kebersamaan bersama keluarga.
“Merayakan festival Mooncake ini dilakukan dengan berbagai acara diantaranya, melakukan persembahan kepada dewi bulan, makan bersama keluarga menyaksikan bulan purnama sambil makan kue bulan dan anak-anak bermain lampion bersama,” katanya saat menyampaikan pidato sambutan.

Festival ini juga memamerkan koleksi berupa foto-foto tempo dulu tentang Kota Tanjungpinang serta barang antik zaman dahulu dan terbuka untuk umum selain warga Tionghoa selama 3 hari dimulai 15 September hingga 17 September 2016.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia Festival Mooncake, Heri Yamin menjelaskan bahwa festival ini perdana diadakan dalam bentuk sebuah even bertujuan mengingat masa lalu (nostalgia) tentang Kota Tanjungpinang dimasa lampau.
“Sebelumnya setiap tahun kita hanya melakukan pawai lampion saja, tetapi untuk tahun ini kita melakukan festival Mooncake,” tuturnya.
Heri berharap dengan adanya festival Mooncake seperti ini diharapkan antusias masyarakat besar untuk datang dan menyaksikan festival yang menyajikan foto-foto terdahulu serta pernak pernik ala chainess.
“Bagi masyarakat setelah berkunjung ke sini, baik kaum tua bisa kembali mengingat masa silam Tanjungpinang yang telah berlalu dan bagi yang muda bisa mengenal tradisi maupun budaya,” jelasnya.

Mengenai barang-barang koleksi dan barang-barang antik ini, didapat dan dipinjam dari masyarakat, adapula sebagian sudah dihibahkan.
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah dalam sambutannya memberikan apresiasi, terhadap apa yang dilakukan oleh Keluarga Besar Teo Chew selaku Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Warga Teo Chew terus mempertahankan budaya-budaya lokal, budaya nenek moyang kita, dan ini harus kita pertahankan dan lestarikan,” ucapnya.
Sejarah Mooncake ini, kata Lis, merupakan sejarah panjang dan mempunyai nilai-nilai yang sangat besar. Dengan adanya festival Mooncake ini generasi penerus bisa mengetahui Mooncake itu apa.

“Adanya festival Mooncake bisa memiliki nilai daya tarik untuk orang-orang luar agar datang ke Tanjungpinang,” tutup Walikota Tanjungpinang. (Iskandar)






