
Tanjungpinang, LintasKepri.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sabtu (17/9) tadi kembali memadamkan aliran listrik selama 8 jam. Pemadaman itu dimulai pada pukul 08:30 hingga 16:00 WIB.
Pemadaman tersebut dikarenakan adanya pemeliharaan jaringan distribusi. Wilayah yang terkena dampak akibat pedaman tersebut yakni wilayah Rayon Bincen seperti Dompak Jalan Raya dan Dompak pusat kantor pemerintahan. Untuk didaerah Bintan Centre (Bincen) terjadi pemadaman di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Sukarejo, Hanjoyo Putro, Hang Lekir, D.I Panjaitan kilometer 8 hingga kilometer 10.
Armunanto selaku Manager Area menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan terhadap pemadaman arus listrik yang terjadi.
Hal tersebut juga disampaikan olehnya selaku Manager Area PLN Tanjungpinang melalui surat pemberitahuan jadwal pemadaman nomor 023.PM/MAN.TANJUNGPINANG/2016 Tentang Pemeliharaan Jaringan.
“Pelaksanaan sewaktu-waktu dapat berubah, sesuai situasi dan kondisi,” ungkap Armunanto melalui surat pemberitahuan pemadaman Listrik tersebut.
Salah satu warga yang berdomisili di Jalan D.I Panjaitan, Putra, saat dimintai tanggapannya mengatakan, diharapkan PLN bisa maksimal bekerja dalam menyelesaikan persoalan seperti ini agar tidak berlarut-larut.
“Itukan persoalan teknis mereka. Susah nak cakap lagi. Masyarakat bisa percaya dan tidak terhadap PLN ini. Mengingat hal seperti ini sering terjadi,” kritiknya.
Ia berharap, kedepannya PLN segera mengatasi persoalan seperti ini.”Diharapkan tidak adalagi persoalan pemadaman listrik. Tak ada alasan lagi lah buat PLN,” katanya.
Diwawancara terpisah, salah satu pedagang yang berjualan makanan dan minuman di komplek pertokoan Bintan Centre juga mengeluh perihal tersebut. Karena, akibat dampak terjadinya pemadaman yang dilakukan oleh PLN, bahan-bahan dasar makanan seperti ikan segar, sayur mayur dan lain-lain yang disimpan didalam lemari es maupun peti kemas pendingin menjadi terganggu.
“Kalau padam seperti ini kan repot kita. Lemari pendingin bahan makanan tentunya tak bisa digunakan. Takutnya bahan makanan menjadi busuk,” kata pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini.
Selain itu, kata dia, pengunjung yang datang ke tempatnya guna menikmati makan dan minum juga merasa kurang nyaman dikarenakan kepanasan.
“Pengunjung yang datang ke tempat kita kepanasan bang, karena kipas angin tak berfungsi akibat pemadaman listrik,” tegasnya. (Iskandar)






