Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan pencabulan yang melibatkan lima siswi SMP Negeri 17 Tanjungpinang.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Novi Perdana Wari. Ia menyebut terdapat seorang guru berstatus PNS yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Pelakunya satu orang, untuk korbannya lima orang,” ujar Novi, seperti dikutip dari pemberitaan Harian Kepri, Senin (10/8/2026).
Menurut keterangan Disdik, guru yang bersangkutan mengajar di SMP Negeri 17 Tanjungpinang ketika dugaan peristiwa tersebut mencuat.
Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) disebut telah melakukan pembinaan internal terhadap guru yang bersangkutan.
Kabid Pembinaan PTK Disdik Tanjungpinang, Heni Wati, mengatakan pihaknya akan melanjutkan proses penanganan terhadap kasus tersebut.
“Untuk informasi awal, kami sudah melakukan pembinaan internal terhadap yang bersangkutan,” kata Heni.
Hingga informasi terbaru, kasus tersebut disebut belum dibawa ke pihak kepolisian dan masih dalam proses penanganan internal Dinas Pendidikan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan keselamatan serta perlindungan terhadap para siswi yang diduga menjadi korban, sekaligus memberikan ruang pendampingan yang diperlukan selama proses penanganan kasus berlangsung.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan identitas maupun informasi pribadi para korban, mengingat mereka masih berstatus anak dan harus mendapatkan perlindungan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut lingkungan pendidikan dan dugaan tindakan terhadap pelajar. Penanganan secara transparan dan sesuai prosedur diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya serta memberikan perlindungan maksimal kepada para korban.






