Hadi Candra Janji Bakal Perjuangkan DBH Migas untuk Natuna-Anambas

Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra.

Wakil Ketua I DPRD Natuna, Hadi Candra.

Natuna, LintasKepri.com – Politisi senior Partai Golkar Natuna, Hadi Candra telah ditetapkan sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau terpilih untuk periode 2019-2024.

“Alhamdulillah. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada konstituen, pengurus partai serta masyarakat Natuna dan Anambas, yang sudah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada saya,” ujar Hadi Candra, seperti dilansir dari Harian Kepri, Selasa (20/08/2019) kemarin.

Hadi Candra mengatakan, setelah duduk di DPRD Kepri nanti, ia ingin memperjuangkan hak-hak anggaran untuk Kabupaten Natuna dan Anambas, yang menurutnya masih tidak proporsional.

Lokasi pengeboran Minyak dan Gas diperairan Natuna.

Lokasi pengeboran Minyak dan Gas diperairan Natuna.

“Kita melihat pembangunan dan jatah anggaran untuk dua kabupaten ini tidak seimbang dengan jumlah yang kita sumbangkan ke provinsi saat ini,” bebernya.

Menurut catatannya, sekitar Rp 1 triliun Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk Provinsi Kepri, merupakan hasil dari Natuna dan Anambas.

Namun sangat disayangkan, sampai saat ini pembagian dana tersebut masih kurang proporsional.

“Kita menuntut hak kita. Termasuk dari sektor pembangunan,” ucapnya singkat.

Hadi Candra, Anggota DPRD Kepri periode 2019-2024 terpilih, dari Dapil Natuna-Anambas.

Hadi Candra, Anggota DPRD Kepri periode 2019-2024 terpilih, dari Dapil Natuna-Anambas.

Hadi Candra juga berniat masuk ke Komisi III DPRD Kepri yang membidangi pembangunan. Karena menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan pihak Provinsi Kepri saat ini, seperti jalan lintas trans Batubi-Kelarik dan lintas Binjai-Cemaga.

Pria asal Kecamatan Midai itu berharap, jika jalan-jalan tersebut selesai, terutama jalan tembus Batubi Kelarik, nantinya dapat membantu perekonomian masyarakat. Karena jalan tersebut dapat menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Saya berharap kedepan tidak ada lagi belanja mahal yang disebabkan oleh susahnya akses ke daerah tersebut,” pungkasnya. (Red)

Baca juga :

    Top