Awal Oktober Masih Kering, Bagaimana Kondisi Air Baku PDAM Tirta Kepri?

Belladina
Kondisi ketersediaan dan distribusi air bersih di wilayah Tanjungpinang saat curah hujan rendah.. Dok : Istimewa
Kondisi ketersediaan dan distribusi air bersih di wilayah Tanjungpinang saat curah hujan rendah.. Dok : Istimewa

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Memasuki Oktober 2026, persoalan distribusi air bersih di Kota Tanjungpinang masih menjadi perhatian masyarakat. Gangguan dan berkurangnya kelancaran aliran air yang mulai dirasakan warga sejak September disebut belum sepenuhnya teratasi.

Kondisi tersebut berlangsung di tengah rendahnya curah hujan yang terjadi di wilayah Pulau Bintan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Tanjungpinang dan Bintan masih berada dalam kondisi curah hujan rendah pada dasarian pertama Oktober.

BMKG juga menyebut hujan mulai turun di sejumlah wilayah pada akhir September, namun intensitasnya masih ringan, bersifat lokal dan belum merata. Kondisi ini membuat tambahan air ke sumber-sumber air baku belum serta-merta memulihkan ketersediaan air secara signifikan.

Sebelumnya, pada September, kondisi sumber air baku PDAM Tirta Kepri telah mengalami tekanan akibat periode kering. Pada 26 September, ketinggian permukaan Waduk Sungai Pulai dilaporkan terus menyusut hingga 0,56 meter di atas mistar. Waduk Gesek di Bintan juga dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut berdampak terhadap debit air yang dapat dialirkan kepada pelanggan.

Bahkan, waktu distribusi air yang sebelumnya dapat berlangsung hingga 24 jam disebut telah berkurang menjadi sekitar 12 jam di sejumlah wilayah. PDAM Tirta Kepri juga telah mewacanakan penerapan jadwal distribusi apabila kondisi sumber air baku terus menurun.

Persoalan tersebut kemudian berlanjut hingga memasuki Oktober. Meski hujan mulai turun di sejumlah kawasan, curah hujan yang belum merata membuat kondisi sumber air belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap berjalan setiap hari. Pemerintah daerah juga telah melakukan distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan. Pada awal September, sebanyak 26 ton air bersih disalurkan kepada sekitar 400 kepala keluarga di sejumlah kawasan Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang Timur. Air tersebut berasal dari PDAM Tirta Kepri dan disalurkan menggunakan armada tangki.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan air bersih di Tanjungpinang tidak hanya berlangsung sesaat. Dari September hingga memasuki Oktober, masyarakat masih menghadapi persoalan ketersediaan maupun kelancaran distribusi air.

Sejumlah pelanggan berharap PDAM Tirta Kepri dapat memberikan informasi yang lebih terbuka mengenai kondisi sumber air baku, wilayah yang terdampak pengurangan distribusi, serta jadwal normalisasi aliran air.

Masyarakat juga membutuhkan kepastian mengenai kapan distribusi air dapat kembali normal, terutama apabila kondisi hujan belum mampu meningkatkan debit sumber air baku secara signifikan.

Dengan BMKG yang masih memprediksi curah hujan rendah pada awal Oktober, pengelolaan sumber air baku dan pola distribusi menjadi salah satu persoalan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan PDAM Tirta Kepri.

September belum selesai, Oktober sudah berjalan. Namun bagi sebagian pelanggan, persoalan air bersih masih belum benar-benar kembali normal.

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini