Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap perkembangan terbaru terkait prediksi musim hujan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk periode 2026/2027.
Informasi tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang dalam kegiatan rilis prediksi musim hujan Kepri yang digelar pada 25 September 2026.
Berdasarkan pemaparan BMKG, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Indeks ENSO periode Juli-Agustus-September 2026 tercatat +2,63, yang mengindikasikan El Niño sangat kuat.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kecenderungan berkurangnya curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan meteorologis serta berkurangnya ketersediaan air di wilayah Kepri. BMKG memprediksi fenomena El Niño tersebut masih bertahan hingga awal 2027.
Tanjungpinang Diprediksi Puncak Hujan Januari 2027
Untuk musim hujan 2026/2027, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Kepri diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026.
Dari 14 Zona Musim (ZOM) yang menjadi dasar prediksi, sebanyak 12 ZOM atau sekitar 85,7 persen diprakirakan mencapai puncak musim hujan pada Desember.
Sementara itu, dua ZOM atau sekitar 14,3 persen yang mencakup Bintan, Tanjungpinang dan Galang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Januari 2027.
BMKG juga memprediksi sifat musim hujan di Kepri didominasi kategori atas normal, yakni pada 10 ZOM atau sekitar 71,4 persen wilayah. Sementara empat ZOM lainnya diprakirakan berada pada kategori normal.
Hujan Turun Belum Berarti Musim Hujan Dimulai
Dengan demikian, hujan yang turun di Tanjungpinang pada akhir September tidak serta-merta dapat disebut sebagai tanda bahwa musim hujan telah dimulai secara penuh.
BMKG masih mengingatkan adanya risiko kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Kepri pada periode akhir September. Prediksi cuaca dan musim juga dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer dan kondisi lokal.
Masyarakat, khususnya di Tanjungpinang dan Bintan, diimbau tetap menghemat penggunaan air serta mempersiapkan lingkungan menghadapi perubahan pola cuaca. BMKG juga meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi terbaru karena prediksi musim merupakan informasi yang terus diperbarui.






