Lintaskepri.com, Bintan – Air mancur dengan lampu warna-warni di Kolam Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, kini tidak lagi berfungsi.
Fasilitas yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu ikon kawasan tersebut terlihat rusak dan tidak terawat.
Kondisi ini menjadi perhatian warga setempat. Mereka menilai fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran besar seharusnya dirawat agar tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Salah satu warga, Ucup, menyebut kondisi air mancur kini terlihat berkarat dan sebagian strukturnya rusak.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu hanya digunakan dalam waktu singkat sebelum akhirnya tidak lagi berfungsi.
“Sekarang sudah tidak terurus, banyak bagian yang berkarat. Padahal anggarannya besar, tapi hanya dipakai beberapa tahun,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Ia juga mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi air mancur tersebut.
Menurutnya, lokasi kolam Kijang memiliki pemandangan yang cukup menarik karena berada di dekat masjid, namun kondisi air mancur yang rusak membuat kawasan tersebut terlihat kurang terawat.
Air Mancur Tasek Gemilang ini sebelumnya sempat menjadi salah satu daya tarik masyarakat yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Namun saat ini, air mancur tidak lagi beroperasi dan terlihat terbengkalai. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah perbaikan yang dilakukan.
Taman air mancur motif bunga kolak senilai Rp 12 miliar ini dibangun Pemkab Bintan tahun 2018 lalu.
Tinggi air mancur bisa mencapai 6 hingga 10 meter. Bila dibantu dengan mesin high jet tingginya akan mampu mencapai 12 meter lebih.
Sayangnya, kini air mancur tersebut tak bisa lagi difungsikan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Bintan menyebut perbaikan dan pemeliharaan fasilitas tersebut terkendala anggaran.(*)






