Berbuka Dengan Yang Manis, Waspada Kurma Haram

Ilustrasi kurma. (Foto Istimewa)

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Kurma adalah buah yang dihasilkan oleh pohon kurma, yang merupakan tanaman tradisional yang penting di berbagai negara, termasuk Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara, dan Maroko.

Buah kurma dan yogurt atau susu adalah bahan makanan yang disukai di negara-negara Islam. Buah kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu mencegah risiko diabetes, meningkatkan kesehatan tulang, mencegah anemia, dan menjaga kesehatan pencernaan
Kurma juga dapat digunakan sebagai obat, seperti untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.

Kurma sendiri dalam Islam merupakan buah yang istimewa dan memiliki keistimewaan karena sering disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Kurma merupakan salah satu buah anjuran Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga butir kurma saat berbuka puasa dan ketika hendak berangkat salat Idul Fitri.

Kurma juga menciptakan tanda kebesaran Allah dalam surah Al-Ra’du ayat 4, yang menjelaskan bahwa kurma tumbuh dengan beragam kualitas sebagai bukti kebesaran Allah yang menciptakan alam dan seisinya. 

Buah kurma merupakan buah yang kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dalam 100 gram buah kurma, terkandung sekitar 280 kalori dan aneka nutrisi seperti protein, karbohidrat, gula, serat, kalsium, kalium, zat besi, mangan, dan beragam jenis antioksi dan Kurma juga mengandung asam folat, vitamin B, vitamin K, dan berbagai jenis antioksidan, termasuk lutein dan flavonoid.

Kurma juga mengandung serat
Namun, tahukah anda bahwa kini MUI telah mengeluarkan fatwa haramnya kurma, tentu saja kurma yang dimaksud bukan kurma secara keseluruhan namun khusus untuk produk kurma yang berasal dari negara produsen Israel.

Dikutip dari berbagai sumber Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarmoto di kantor MUI, Jakarta, Minggu (10/3). Ia menyebut bahwa kurma produksi Israel hukumnya haram.

Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih kurma yang dijual di toko atau e-commerce, seiring dengan masih berlangsungnya serangan Israel di Gaza, Palestina dan gerakan boikot terhadap produk yang berasal dari dan/atau mendukung Israel.

Untuk menghindari kurma Israel, Anda dapat mengikuti petunjuk berikut ini:

• Cek Label Produk: Pastikan kurma yang Anda beli tidak berasal dari Israel. Label produk sering mengandung informasi tentang negara asal.

• Daftar Merk Kurma Israel: MUI telah menyebutkan beberapa merk kurma Israel yang bersifat haram. Anda dapat menghindari merk-merk tersebut.

• Pilih Kurma Lainnya: Jika Anda ingin mengkonsumsi kurma, Anda dapat mencari kurma yang diproduksi dari negara-negara lain.

• Tidak Memilih Kurma Mixed Origin: Israel Penjajah sering tidak mencantumkan negara mereka. Untuk menghindari kurma Israel, jangan pilih kurma yang berasal dari Mixed Origin.

• Mencari Informasi: Jika Anda bertanya-tanya tentang negara asal kurma, Anda dapat mencari informasi di sumber-sumber yang terpercaya atau meminta informasi dari pemasar kurma.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Anda dapat menghindari kurma Israel dan berkontribusi dalam melawan kekejaman.

Editor: Mfz