Banner dprd kota

Wan Aris Apresiasi Langkah PDAM Bagikan Air Bersih untuk Warga Ranai

Wan Arismunandar, Anggota DPRD Natuna periode 2019-2024 dari Partai Nasdem.
Wan Arismunandar, Anggota DPRD Natuna periode 2019-2024 dari Partai Nasdem.

Natuna, LintasKepri.com – Dampak dari musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mulai dirasakan oleh masyarakat didaerah tersebut.

Pasalnya akibat musim kemarau ini, banyak sumber air yang ada mulai mengering. Salah satunya sumber air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Pemerintah Kabupaten Natuna.

Akibatnya, banyak warga yang tidak bisa mendapatkan pasokan air bersih, yang menjadi kebutuhan vital bagi kehidupan manusia.

Kondisi ini membuat wakil rakyat yang duduk di kursi legislatif, merasa gusar. Dan memutuskan untuk memanggil pihak PDAM Natuna, sebagai perusahaan utama penyuplai air bersih bagi masyarakat disekitar Kecamatan Bunguran Timur.

Hal itu disampaiakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Natuna, Wan Arismunandar. Kata politisi Partai Nasdem itu, pihaknya telah memanggil Direktur beserta jajarannya, guna mencari solusi atas terjadinya krisis air bersih yang menimpa masyarakat Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.

Tampak mobil tanki milik PDAM Natuna saat menyuplai air bersih untuk warga Ranai. (Foto Facebook)
Tampak mobil tanki milik PDAM Natuna saat menyuplai air bersih untuk warga Ranai. (Foto Facebook)

“Ya benar, sebagai langkah awal, kami telah memanggil pihak PDAM, untuk mengetahui apa permasalahan yang terjadi mengenai krisis air di Ranai. Saya lupa hari dan tanggalnya, kira-kira seminggu yang lalu,” ujar Wan Aris, saat dihubungi media ini, Jum’at (20/09/2019) malam.

Kata Wan Aris, dari hasil pertemuan antara pihak DPRD dengan PDAM Natuna, bahwa kondisi krisis air ini diakibatkan oleh musim kemarau berkepanjangan. Sehingga sejumlah intake milik perusahaan berplat merah itu, mulai mengering.

Namun kata Wan Aris, pihak PDAM Natuna bersedia untuk menyuplai air bersih untuk masyarakat yang tinggal di daerah Kota Ranai, yang terdampak kekeringan.

“Kita sangat mengapresiasi langkah PDAM tersebut. Sebab hanya itu caranya, agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih. Karena intake mereka sudah banyak yang mengering, jadi memang karena kondisi alam yang membuat PDAM tidak bisa melayani suplai air bersih secara maksimal,” ungkap Wan Aris.

Wan Aris mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar segera turun hujan. Sehingga masalah kekeringan air bersih yang melanda sebagian wilayah di Pulau Bunguran Besar, dapat segera teratasi.

Lelaki asal Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur itu menambahkan, bahwa Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV, Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, akan membangun bendungan di daerah Sebayar, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Dengan dibangunnya bendungan agung tersebut, diharapkan akan menjadi jawaban bagi masyarakat disekitar Pulau Bunguran Besar, dari musibah krisis air bersih.

“Namun untuk lahannya yang menyiapkan Pemerintah Daerah Natuna. Kalau tidak salah membutuhkan lahan sekitar 100 hektare itu, baik untuk bangunan maupun untuk kolam resapannya. Namun saya tidak tahu, apakah Pemerintah Daerah Natuna sudah menganggarkannya apa belum. Sebab saat pembahasan APBD 2020 kemarin saya belum dilantik, jadi kurang tahu,” jelas Wan Aris.

Dirut PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro.
Dirut PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Nusa Natuna, Hendro, saat dihubungi media ini beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Bunguran Timur dan sejumlah Lurah di Kecamatan tersebut, untuk meminta data lokasi pemukiman penduduk yang berdampak kekeringan.

“Nanti kita suplai air bersih dibeberapa titik tertentu, jadi warga bisa mengambil air disitu dengan menggunakan wadah masing-masing. Ini lah yang bisa kami lakukan untuk melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Karena kondisi intake kami sudah tidak memungkinkan lagi,” papar Hendro.

Selain itu, sambung Hendro, pihaknya juga telah melakukan penjadwalan dalam pendistribusian air bersih bagi para pelanggannya. Hal ini dilakukan agar debit air yang tersisa di sejumlah intake milik PDAM, dapat terbagi secara merata.

“Jadi kita gilir dua hari sekali, supaya airnya cukup. Kalau tidak begitu, tidak bisa merata. Namun memang kami akui, masih ada yang tidak kebagian air, karena ada warga yang menggunakan mesin penyedot air. Sehingga airnya tidak bisa sampai ke rumah warga lainnya,” pungkasnya.

Laporan : Erwin Prasetio