Bintan  

Sekda Bintan Tutup Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana Tahun 2026

Belladina
Sekda Bintan Tutup Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana Tahun 2026. Dok : Diskominfo Kabupaten Bintan
Sekda Bintan Tutup Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana Tahun 2026. Dok : Diskominfo Kabupaten Bintan

Lintaskepri.com, Bintan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, yang juga selaku Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, secara resmi menutup kegiatan Sosialisasi Keluarga Tangguh Bencana Tahun Anggaran 2026, Jumat (6/11/2026), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Gunung Kijang.

Kegiatan yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Bintan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap potensi serta risiko bencana, sekaligus membangun kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Ronny Kartika menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kesiapsiagaan harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan membekali setiap anggota keluarga pengetahuan mengenai potensi ancaman, langkah penyelamatan, serta tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkup terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam mengenali potensi risiko, memahami langkah penyelamatan, serta mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi bencana,” ujar Ronny.

Ia menegaskan, pengetahuan tentang kebencanaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga harus menjadi bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Ilmu yang diperoleh hendaknya diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sekitar, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Kita ingin masyarakat tidak panik ketika menghadapi bencana, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan terarah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan budaya tanggap bencana yang dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Bintan semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini