
Natuna, LintasKepri.com – Sejak berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) ke V Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Natuna pada 3 Desember 2019 kemarin, induk bagi sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) itu langsung tancap gas.
Tak hanya ditingkat DPD, namun KNPI ditingkat Pengurus Kecamatan (PK) pun turut menggelorakan semangat juang, demi memberikan kontribusi nyata dan positif, bagi daerah dan masyarakat.
Peristiwa banjir yang terjadi di jalan lintas Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara itu, menjadi saksi bisu, bahwasannya KNPI Natuna tidak lagi mati suri, seperti yang diisukan sebelumnya. Bak membuka lembaran baru, KNPI Natuna tidak ingin larut dalam kisruh yang terjadi di tubuh KNPI tingkat Provinsi dan Pusat.
Sesuai instruksi Ketua DPD KNPI Natuna, Haryadi, PK KNPI Bunguran Utara pun lantas langsung mengikuti arahan pimpinannya, dengan mengerahkan para pengurusnya untuk terjun langsung ke lapangan, demi memberikan bantuan bagi warga yang kesulitan untuk melewati genangan air yang membanjiri badan jalan, pada Senin (09/12/2019) kemarin.

Tak sampai disitu, pada Selasa (10/12/2019) pagi, PK KNPI Bunguran Utara yang dipimpin oleh Sudarso sebagai Ketuanya, juga masih memberikan bantuan dengan cara gotong royong (goro) membangun jembatan darurat yang sempat ambruk diterjang air, bersama jajaran TNI, POLRI, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan dan Desa, serta warga sekitar.
“Kemarin kami membantu warga untuk menyeberang jalan yang terdampak banjir, bersama Tim Sar Natuna. Hari ini kami membantu pihak TNI, Polisi, Kecamatan, Satpol PP dan warga, untuk membenahi jembatan yang putus di Sungai Semala,” terang Sudarso, saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon.

Sudarso menjelaskan, saat ini pihaknya bersama relawan lainnya, terkendala dengan tidak adanya alat berat untuk membenahi jembatan. Namun kata dia, pihak Kecamatan bersama para relawan lainnya bersedia untuk mengumpulkan dana secara swadaya, agar dapat menyewa alat berat.
“Susah bang kalau tidak ada alat berat. Tapi kami tadi sudah hubungi Budi anak buah Pak Robert, untuk menyewa alat berat. Untuk biayanya nanti swadaya, pihak Kecamatan, para supir ojek mobil serta relawan lainnya, siap untuk patungan menyewa alat berat,” tutur Sudarso.
Meski belum dibenahi secara maksimal, namun jembatan darurat tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Kalau kendaraan roda dua sudah bisa lewat, namun kalau mobil belum bisa. Ini kami masih menunggu alat berat datang, agar bisa kerja dengan maksimal. Kayunya juga sudah ada, tinggal kita pasang saja nantinya,” katanya.
Sudarso mengaku bahwa PK KNPI Bunguran Utara akan terus memberikan bantuan tenaga, supaya jalan lintas Batubi-Kelarik dapat dilalui oleh para pengguna jalan sebagaimana biasanya.
Laporan : Erwin Prasetio






