Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Sejumlah warga di Kota Tanjungpinang mengeluhkan keterlambatan pengiriman paket yang dipesan melalui berbagai platform belanja online. Bahkan, sebagian penerima mengaku paket mereka belum diterima meski estimasi waktu pengiriman telah terlewati.
Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir. Beberapa konsumen menyebut status pelacakan (tracking) paket tidak mengalami perubahan selama berhari-hari, sementara lainnya mengaku paket masih tertahan di gudang distribusi tanpa kejelasan waktu pengantaran.
Salah seorang warga Tanjungpinang, Rina (32), mengaku telah menunggu paket yang seharusnya tiba sejak pekan lalu. Namun hingga kini barang yang dipesannya belum juga diterima.
“Biasanya tidak selama ini. Statusnya masih di pusat sortir dan belum ada kepastian kapan diantar,” ujarnya.
Keterlambatan pengiriman paket dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya volume pengiriman, kendala operasional di pusat distribusi, cuaca, hingga proses sortir dan distribusi di lapangan.
Pengamat layanan konsumen menilai perusahaan jasa ekspedisi perlu meningkatkan transparansi informasi kepada pelanggan. Pembaruan status pengiriman yang akurat dinilai penting agar konsumen tidak merasa dirugikan akibat minimnya informasi.
Di sisi lain, konsumen diimbau segera menghubungi layanan pelanggan ekspedisi apabila paket tidak bergerak dalam waktu yang cukup lama atau telah melewati batas estimasi pengiriman. Apabila pembelian dilakukan melalui marketplace, pelanggan juga disarankan memanfaatkan fitur pengaduan yang tersedia untuk meminta tindak lanjut.






