
diruang rapat kantor Bupati jalan Bukit Arai Ranai Natuna, Kamis 30/03/2023.(Foto :Herry)
NATUNA , Lintaskepri.com – Persoalan sampah selalu menjadi momok di berbagai wilayah, tidak terkecuali di daerah kepulauan seperti Kabupaten Natuna.
Agar kedepannya tidak menjadi persoalan serius, perlu disikapi sejak dini. Demikian dikatakan Camat Pulau Tiga, Idris, saat rapat Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP) di kantor Bupati Natuna, Kamis 30 Maret 2023.
“Persoalan sampah di pulau kurang lebih sama saja. Kami di pulau tiga juga begitu, selain sampah warga ada juga sampah kiriman pada musim tertentu,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan sampah di kecamatan di luar Pulau Bunguran besar, Idris mengusulkan agar dibangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dengan dibangunnya TPA tersebut, pengelolaan sampah dapat dilakukan sendiri di tingkat kecamatan, tanpa harus diangkut dari pulau menuju pembuangan sampah di Sebayar.
Kendati demikian, usulan ini katanya harus dipertimbangkan dan dikaji secara matang oleh tim ahli, mana lebih efektif antara membangun TPA atau mengeluarkan biaya angkut secara terus menerus.
“Coba kita pikirkan biaya angkut dan buat TPA mana yang lebih efektif. Kalau menurut saya lebih baik kita usulkan sesuai dengan karakter daerah masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Bunguran Barat, Khaidir, mengatakan, sampah dari pulau lain akan lebih efektif dibawa ke Sedanau ketimbang diangkut ke Ranai.
“Lebih baik dibawa ke sedanau saja, karena kami sudah ada lokasi TPS yang dihibahkan oleh Pemkab Natuna,” ucap Khaidir.
Persoalan sampah kata Khaidir harus disikapi serius, karena sangat berbahaya kedepannya. Apalagi sampah-sampah plastik sangat sulit terurai secara alami.
Rapat PPSP ini dipimpin oleh Asisten II Basri, dihadiri pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri, BP3D dan seluruh Camat di Natuna.(Herry)






