Ketua DPRD Yusripandi Sepakat Jika Tes CPNS Gunakan System Ranking

ketua-dprd-natuna-yusripandi-s-sos__1

Natuna, LintasKepri.com – Adanya wacana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna menyurati Kementerian PAN-RB agar tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menggunakan system ranking untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Natuna Yusripandi.

“Kalau ikut standarisasi yang diterapkan oleh Kementerian PAN-RB, sulit kita untuk memenuhi kuota formasi yang diberikan,” ungkap Yusripandi, seperti dikutip dari natindonews, Rabu (14/11/2018) pekan kemarin.

img-20181120-wa0051_1

Ujang Bro (sapaan akrab Yusripandi) menjelaskan, dirinya pernah membicarakan hal ini dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal untuk mencari solusi untuk membantu peserta tes CPNS yang ikut seleksi.

“Kita ini daerah perbatasan, jangan samakan dengan daerah lain seperti Jawa yang lengkap dengan sarana informasi yang benar-benar update. Sehingga pengetahuan lebih mereka dapatkan ketimbang kita di daerah perbatasan,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut, geram.

img-20181120-wa0052

Seperti diketahui, peserta CPNS di Kabupaten Natuna yang lulus admistrasi dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebanyak 2036 peserta. Dan hanya sebanyak 137 orang yang tidak lolos administrasi.

Namun, dari sekian ribu peserta yang berhasil mengikuti tes SKD tersebut, tidak lebih dari 50 orang peserta yang berhasil mencapai target nilai yang telah ditentukan panitia.

Dalam keterangannya, Ujang Bro juga pernah menanyakan beberapa peserta CPNS Natuna untuk mendengarkan keluhan serta kendala yang dihadapi.

unduhan

“Dari beberapa peserta yang saya tanya, mereka keberatan tentang singkatnya waktu yang diberikan. Karena waktunya hanya 90 menit, sementara soalnya 100. Masalah kemampuan, saya yakin mereka bisa,” ungkap Ujang Bro.

Untuk itu, Lelaki asli Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut itu meminta, agar Pemerintah Daerah Natuna secepatnya melakukan rencana menyurati Kementrian PAN-RB.

Terpisah, Imam Agus (29), salah satu peserta yang ikut tes CPNS itu, mengaku bahwa sebenarnya soal yang diberikan oleh panitia tidak lah sulit. Namun akibat waktu yang sangat singkat, dirinya tidak bisa mengerjakan soal dengan tenang.

“Kita dikejar waktu, jadi tidak fokus untuk memahami soal. Padahal kurang 3 soal lagi, saya bisa lulus. Saya jatuh di TIU,” ujar Imam dengan raut muka putus asa.

Sarjana S1 dari salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung ini, mengaku sangat setuju jika Pemerintah memberlakukan system ranking bagi CPNS yang mengikuti tes SKD.

“Karena nilai saya tinggi, cuma TIU nya saja yang kurang 15 poin. Yamg TWK dan TKP sudah melebihi target,” pungkas Imam dengan penuh harap.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top