Hukum  

Jaksa Masuk Sekolah Bahas Perundingan dan Bullying Kepada Siswa di Batam

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau saat melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah. (Foto Dok. Kejati Kepri)

Lintaskepri.com, Batam – Kejaksaan Tinggi Kepri melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang di SMAN 8 dan SMAN 20 Kota Batam, Kamis (30/5/2024).

Program dengan tema “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika dan Perundungan (Bullying)” dilaksanakan dalam rangka pembentukan Revolusi Mental Karakter Anak Bangsa di Bidang Pendidikan untuk mewujudkan peningkatan kesadaran hukum melalui Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum).

Kasi Penkum Kejati Kepri Denny Anteng Prakoso, menyampaikan Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai hukum sejak dini kepada para siswa dan pentingnya melawan perundungan.

“Perlu disampaikan karena mereka ini kan generasi penerus bangsa di masa depan jadi kita harus bentuk pemahaman siswa ini agar selalu mawas diri,” katanya.

Menurutnya Perundungan atau Bullying yang marak terjadi terhadap anak sekolah memang harus diberantas sejak dini.

“Perilaku agresif yang dilakukan berulang ulang oleh seorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti orang tersebut tidak boleh dilakukan, maka kita akan beri pengertian agar siswa ini paham,” ungkapnya.

Terakhir ia menyampaikan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) ditujukan untuk siswa SD, SMP hingga SMA untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa terhadap hukum dan Perundang-Undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum dengan Tagline “Kenali Hukum Jauhkan Hukuman“.

“Salah satu langkah strategis dan efektif dalam terwujudnya revolusi karakter bangsa bidang pendidikan adalah melalui penyuluhan dan penerangan hukum sebagai bagian tugas dan fungsi Kejaksaan RI dengan terlaksananya program Jaksa Masuk Sekolah (JMS),” pungkasnya. (Mfz)

Editor: Ism