Di Lobam Isdianto Ungkap Akan Temu Menteri Bahas Jembatan Babin

LPP Gurindam web

– Setelah Cuti

Di Lobam Isdianto Ungkap Akan Temu Menteri Bahas Jembatan Batam-Bintan (Babin), Minggu (22/11).

Bintan, LintasKepri.com – Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) menjadi pertanyaan khusus yang dilontarkan masyarakat Lobam, Kabupaten Bintan saat Calon Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto datang silaturahmi ke masyarakat setempat, Minggu (22/11).

Masyarakat setempat, Vicky Sianipar, menuturkan setiap ada pemilihan kepala daerah (pilkada) isu Jembatan Batam-Bintan selalu berembus. Namun, kenyataannya hingga kini belum terealisasi.

“Dari dulu isu Jembatan Babin selalu dihembuskan. Kami masyarakat disini sudah capek mendengarnya namun belum juga terealisasi sampai sekarang,” tegasnya.

Vicky menjelaskan, masyarakat setempat telah lama menunggu proses pembangunan jembatan Babin. Karena, menurut dia dengan adanya jembatan dapat memudahkan arus perputaran ekonomi masyarakat Bintan khususnya Kepri.

“Kalau jembatan ini benar terealisasi, kami dengan senang pergi ke Batam tanpa harus naik kapal. Terus ekonomi kita pasti berputar terus. Yang jelas kami menanti jembatan itu,” tutur Vicky.

Mendengar itu, Isdianto mengungkapkan setelah cuti kampanye nanti, ia akan dipanggil oleh menteri terkait untuk membahas proses pembangunan jembatan Babin.

Foto bersama dengan masyarakat Lobam, Bintan, Minggu (22/11).

“Jembatan Babin ini target pengerjaannya pada bulan dua (Februari 2021) sudah harus dikerjakan. 7 Desember nanti kami diundang oleh menteri untuk rapat pembangunan jembatan ini,” ujarnya.

Menurut Isdianto dengan diundangnya gubernur definitif dalam rapat pembangunan Jembatan Babin sangat penting. Karena, kepala daerah harus mengetahui secara pasti pembangunan jembatan itu.

“Itu kewajiban saya selaku gubernur. Nanti setelah rapat dengan menteri, baru kita tahu apa program Jembatan Babin itu,” katanya.

Jembatan Babin, sambung Isdianto, merupakan program nasional sehingga oknum tertentu tidak bisa mengaku-ngaku bahwa jembatan tersebut merupakan programnya.

“Jembatan Batam-Bintan ini program nasional. Jadi ya penentunya ada di tangan presiden dengan diketahui gubernur aktif. Yang jelas kalau jembatan ini jadi, dapat menarik investor luar negeri untuk bisa berinvestasi di tempat kita serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” paparnya.

(san)