Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, secara resmi membuka kegiatan bedah buku “Melayukah Aku?” karya Suryatati Abdul Manan di Gedung Studio Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau.
Acara ini menjadi bagian dari program literasi yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang, dengan dukungan DAK non-fisik dari Perpustakaan Nasional RI.
Raja Ariza menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai diskusi buku seperti ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Tanjungpinang, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat budaya literasi.
“Bu Suryatati bukan hanya tokoh birokrasi, tapi juga figur penting dalam pelestarian budaya dan dunia tulis-menulis. Kegiatan seperti ini penting untuk terus mendorong eksistensi penulis lokal,” ujar Raja Ariza.
Penulis buku, Suryatati A. Manan, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.
Ia merasa senang karyanya yang ditulis sejak tahun 2006 masih relevan untuk dibedah dan didiskusikan bersama masyarakat.
“Saya mengapresiasi kreativitas Dinas Perpustakaan. Kegiatan sederhana seperti ini punya dampak besar jika dilakukan secara konsisten,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DPK Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program koleksi lokal perpustakaan.
Sebelumnya, pada 16 Juli 2025, pihaknya juga telah mengadakan bedah buku “Adat Perkawinan Melayu” karya Tamrin Dahlan.
“Kami ingin masyarakat lebih dekat dengan karya penulis lokal dan ikut terinspirasi untuk menulis. Harapannya, peserta bisa menjadi agen literasi di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Diskusi buku “Melayukah Aku?” menghadirkan narasumber Rendra Setyadiharja dan diikuti sekitar 50 peserta, yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dosen, guru, pegiat literasi, serta masyarakat umum.(*)






