Bersama Dekranasda Anambas, Batik Mangrove Binaan Prime Natuna E&P Hadirkan Karya Lokal Unggulan di Dekrafest Kepri 2026.

Belladina
Syahrul Hidayat (Pendamping Pegiat Batik Mangrove) dan Ny. Sinta Aneng (Ketua Dekranasda Anambas) bersama pengunjung stan. Dok : Istimewa
Syahrul Hidayat (Pendamping Pegiat Batik Mangrove) dan Ny. Sinta Aneng (Ketua Dekranasda Anambas) bersama pengunjung stan. Dok : Istimewa

Lintaskepri.com, Anambas -Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi salah satu dari 7 Kabupaten/Kota se-Provinsi KEPRI yang ikut serta mengisi stan pameran eksklusif di halaman Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau kawasan tepi laut Kota Tanjungpinang dalam rangka memeriahkan ajang Dekranasda Festival (Dekra Fest 2026) yang diselenggarakan oleh Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau pada 20 September 2026.

Dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas Ny. Sinta Aneng, Dekranasda Anambas secara konsisten menonjolkan produk dengan perpaduan antara wastra tenun dan olahan laut sebagai komoditas unggulan.

Namun yang sangat menarik perhatian para pengunjung pada stan Dekranasda Anambas adalah hadirnya produk olahan dari bahan alam Anambas yakni Batik Mangrove yang merupakan hasil pengembangan potensi lokal berbasis konservasi lingkungan sekaligus pelestarian budaya khususnya pemanfaatan mangrove sebagai sumber pewarna alami batik.

Syahrul Hidayat, S.Tr.Pi selaku pendamping Penggiat Batik Mangrove Genting Pulur yang juga hadir membersamai stan Dekranasda Anambas menyampaikan bahwa Program membatik dari bahan alami buah bakau atau mangrove ini merupakan Program Community Investment Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Prime Natuna E&P.

“Batik Mangrove ini merupakan buah hasil dari program yang di gagas oleh Prime Natuna E&P, dan dengan hadirnya Batik Mangrove ini sebagai produk unggulan dari Kabupaten Kepulauan Anambas kami berharap menjadi edukasi untuk masyarakat luas bahwasanya Mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat biota laut, tetapi juga memiliki nilai ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Syahrul.

Syahrul juga menyampaikan bahwa Kolaborasi antara pegiat Batik Mangrove Genting Pulur bersama Dekranasda Anambas ini sudah berjalan sejak 2024, dengan tujuan menghadirkan inovasi produk lokal sekaligus membuka ruang promosi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa yang ada di Anambas.

“Perjalanan ini selalu mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Anambas Ny. Sinta Aneng, tentunya dalam mendorong pengembangan UMKM, kreativitas, serta karya lokal agar semakin dikenal dan memiliki nilai tambah. Kedepannya melalui produk batik mangrove ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan hasil alam tanpa merusak lingkungan, sekaligus menciptakan produk bernilai budaya dan ekonomi,” pungkasnya. (Hendri)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini