Banner dprd kota

Anggota Komisi III Sijabat Dukung Batubi Jadi Kota Agropolitan

Lamhot Sijabat saat menyampaikan kata sambutan dalam sebuah acara.
Lamhot Sijabat saat menyampaikan kata sambutan dalam sebuah acara.

Natuna, LintasKepri.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Lamhot Sijabat, mengaku sangat mendukung upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, yang ingin menjadikan wilayah Kecamatan Bunguran Batubi menjadi Agropolitan atau Kota Pertanian.

“Kemarin Pak Bupati (Abdul Hamid Rizal, red) ada mampir kerumah saya. Beliau bilang Batubi mau dijadikan Agropolitan. Saya bilang saya sangat setuju sekali,” sebut Jabat (sapaan akrabnya), saat ditemui media ini diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Agropolitan adalah Kota Pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik dan menghela kegiatan pembangunan pertanian diwilayah tersebut. Beberapa daerah di Indonesia sudah banyak yang menerapkan konsep Agropolitan untuk kemajuan daerahnya.

Anggota Komisi III Lamhot Sijabat saat ditemui awak media.
Anggota Komisi III Lamhot Sijabat saat ditemui awak media.

Konsep Agropolitan merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mengembangkan Daerah melalui optimalisasi sumber daya tumbuhan dan hewan, yaitu pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Jabat menyebutkan, bahwa Kecamatan Bunguran Batubi memang sudah dirancang sebagai Agropolitan, sesuai masterplan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD).

“Batubi memang masterplannya Agropolitan, kalau Desa Semedang dan Sedanau Timur (Tanjung Sebauk, red) masterplannya Minapolitan (perikanan, red),” kata Politisi Partai Nasdem tersebut.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Natuna III itu mengatakan, bahwa Kecamatan yang terdiri dari 5 Desa tersebut, memang menjadi salah satu sentra pertanian di Kabupaten Natuna. Selain sayuran dan palawija, para petani di Batubi juga sudah mulai menanam padi, untuk membantu upaya ketahanan pangan di Daerah ujung utara NKRI tersebut.

Pelabuhan Semente Desa Sedarat Baru, salah satu akses masuk di Kecamatan Bunguran Batubi.
Pelabuhan Semente Desa Sedarat Baru, salah satu akses masuk di Kecamatan Bunguran Batubi.

Sebelumnya, lanjut Jabat, diwilayah Transmigrasi yang dibuka sejak tahun 1995 itu, juga pernah dijadikan lokasi untuk program pembukaan sawah seluas ratusan hektare, dari Kodim 0318/Natuna.

Namun karena belum adanya jaringan irigasi, banyak sawah padi diwilayah tersebut yang gagal berproduksi sesuai harapan.

“Tapi tahun ini ada pembangunan lanjutan saluran skunder, yang langsung disalurkan ke sawah-sawah. Tahun kemarin baru pembangunan bendungannya saja,” terang Jabat.

Pembangunan lanjutan saluran skunder tersebut, dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna tahun 2020, sebesar Rp 2,5 milyar.

“Saya akan terus kawal pembangunan yang ada di Bunguran Batubi,” pungkasnya.

Jabat berharap kepada Pemerintah, supaya Kecamatan Bunguran Batubi mendapat perhatian khusus dibidang Agropolitan. Baik disektor pertanian, perkebunan maupun peternakannya.

Laporan : Erwin Prasetio