Wakil Bupati Hadiri Acara Peringatan Hari Anak Kabupaten Natuna Ke- 39

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dalam sambutannya
Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dalam sambutannya di kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke – 39 di gedung Sri Srindit Ranai, Sabtu 22/07/2023.

 

MATUNA ,Lintaskepri.com – Puluhan anak dari Forum Anak Natuna, Forum anak Desa dan Kecamatan mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke – 39 di gedung Sri Srindit Ranai, Sabtu 22/07/2023.

Beberapa kecamatan diminta menghadirkan 2 orang sebagai perwakilan anak seperti Kecamatan Bunguran Barat, Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, Kelarik, Bunguran Batubi, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Bunguran Timur Laut dan Bunguran Timur dengan jumlah 48 orang.

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan momen penting dalam upaya membimbing anak-anak menjadi generasi penerus bangsa berprestasi dan berahlak mulia.

Ia juga berpesan kepada para anak – anak, agar giat dalam belajar dalam meraih cita-cita. Serta menghindari pengaruh negatif, disebabkan media sosial yang tidak mendidik dan merusak moral para generasi muda.

“Kepada seluruh komponen lembaga vertikal, lembaga pendidikan, badan usaha dan masyarakat luas, agar memberikan lingkungan yang ramah terhadap anak-anak. Saling mendukung kegiatan anak-anak, baik melalui kebijakan dan program kerja, agar anak-anak khususnya di Natuna memiliki kesempatan dalam meyalurkan bakat-bakat mereka,” ucapnya.

“ Perlu saya tekankan, bahwa dalam kesempatan berbahagia ini, dengan penuh harapan agar anak-anak Natuna, mempunyai ruang untuk berkreativitas dan tidak ditelantarkan,”harapnya.

Kepada Forum anak Natuna, jadilah pelopor bagi anak yang dapat membantu kinerja pemerintah.

Sementara kepala desa Air Lengit Kuswanto memaparkan terkait berdirinya desa Ramah anak dan perempuan di desa Air Lengit berangkat dari dirinya saat kuliah.

Berbekal organisasi di tempatnya menimba ilmu, dirinya bersama rekan rekan memberikan edukasi terhadap anak – anak terlantar dan anak Punk. Karena anak – anak ini dianggap sampah oleh masyarakat dan sering kali dikucilkan.

Oleh sebab itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat baik pemerintah mulai dari desa hingga tingkat Kabupaten agar aktif memberikan ruang dan kemudahan, membina anak sehingga kelak bakal menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Saat ini ada 3 desa yang telah ditetapkan menjadi desa ramah anak .

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas P3AP2KB Natuna, Sri Riawati, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yuli Ramadhanita, mengatakan jika giat tersebut telah dilaksanakan di SKB selama 3 hari. ” Ada acara jambore dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) selama tiga hari,” ucap Yuli. Nah kemarin Kadis sudah menyampaikan disana.

Hari ini puncak acaranya, dan Nanti siang anak -anak ini akan melakukan jambore di Batu Kasah tentang Geopark.

Caca Ketua Forum Anak Natuna mengaku selama menjabat jadi ketua sudah banyak melakukan edukasi bagi anak Natuna, agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak baik dengan belajar keterampilan, menari dan lainnya.

Namun itu masih banyak kekurangan karena anak di desa butuh internet. Oleh sebab itu ia berharap agar pemerintah dapat membangun akses internet sehingga anak daerah tidak ketinggalan teknologi yang positif.

Kemudian memperlebar larangan merokok ditempat umum yang dapat mengganggu kesehatan anak.

Dari hasil pantauan dilapangan terlihat Forum Anak menampilkan berbagai kreasi anak .(Herry)

Simak Berita Terbaru Langsung di Ponselmu! Bergabunglah dengan Channel WhatsApp Lintaskepri.com disini