Wabup Ngesti Berharap Pengusaha Migas Buat Kegiatan di Daratan

img_6173938703945_1

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, berharap para pengusaha minyak dan gas (Migas) bumi, yang nantinya melakukan ekplorasi pengeboran minyak disekitar perairan Natuna, membuat kegiatan di daratan.

Hal ini disampaikan Ngesti, saat menemui beberapa perwakilan SKK Migas dan Perusahaan Migas Nasional, di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, pada Rabu (05/09/2018) pagi.

Hal ini diharapkan, agar kegiatan yang dilakukan pengusaha migas Nasional didaratan, dapat memberikan kontribusi secara langsung kepada pemerintah daerah, dalam rangka pemberdayaan terhadap masyarakat tempatan.

img_6197400502790_1

“Karena kita sudah alokasikan wilayah Teluk Buton sebagai daerah sentra eksplorasi Migas. Harapan kami agar para pengusaha Migas mau membuat kegiatan didaratan. Setidaknya membuat base camp nya disitu,” ungkap Ngesti.

Dengan adanya kegiatan Perusahaan Migas di daratan Pulau Bunguran dan sekitarnya, Ngesti berharap perusahaan ini mampu menyerap tenaga kerja lokal asli Natuna.

“Setidaknya ada perputaran ekonomi disekitar base camp,” katanya.

Mantan anggota DPRD Natuna itu, juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pengusaha Migas, yang telah memberikan bantuan berupa Corporate Sosial Responcibility (CSR), di berbagai bidang. CSR ini, dinilai dapat membantu memberdayakan masyarakat Natuna.

img_6190686270814

Masih kata Ngesti, bahwa Perusahaan Migas yang sudah beroperasi di Natuna, ternyata tidak semuanya berjalan mulus dan selalu mendulang untung. Bahkan ada yang sampai merumahkan ratusan pegawainya, lantaran menurunnya hasil produksi Migas, salah satunya adalah PT. Start Energy.

“Tidak semuanya untung, ada juga yang rugi, bahkan sampai mem PHK karyawannya. Itulah kondisi perminyakan kita ya. Mudah-mudahan ini dapat dimengerti oleh stiap OPD dan Masyarakat. Jadi kalau ada yang tanya kenapa DBH Migas kita menurun, harus bisa dijelaskan apa penyebabnya,” pesan Ngesti.

Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri, menjelaskan, bahwa tujuan mereka bersama beberapa Perusahaan Migas Nasional bertemu Pemda Natuna, yaitu untuk melakukan kunjungan kerja, sekaligus melakukan sinkronisasi, untuk memaparkan rencana kerja mereka di wilayah Laut Natuna Utara.

“Agar para pejabat Natuna tahu apa yang kami kerjakan diwilayah kerja mereka,” kata Haryanto.

img-20180905-wa0016

Haryanto menjelaskan, saat ini PT. Medco Energy, yang merupakan perusahaan Migas Nasional, tengah melaksanakan survey seismik di wilayah perairan Pulau Subi, Kabupaten Natuna. Seismik tersebut dilaksanakan sekitar 48 kilometer sebelah timur Pulau Subi, berbatasan langsung dengan Malaysia bagian Timur.

“InsyaAllah akhir oktober ini survey seismik mereka selesai. PT. Medco ini sudah melakukan kontrak kerjasama dengan SKK Migas, hingga tahun 2028 mendatang,” terang Haryanto.

Survey Seismik ini, jelas Haryanto, adalah pekerjaan penelitian, dengan menggunakan kapal yang dilengkapi alat khusus, untuk merekam gelombang air laut. Dari gelombang tersebut, dapat digambarkan bagaimana bentuk lapisan tanah didasar laut.

Dari hasil rekaman tersebut, nantinya masih akan dilakukan evaluasi kembali, yang membutuhkan waktu hingga beberapa tahun kedepan.

“Hasil evaluasi itulah yang nantinya menjadi acuan perusahaan, untuk melakukan eksplorasi pengeboran minyak. Saat ini kita belum bisa memastikan, apakah ada ladang minyaknya atau tidak. Kalau prediksi memang ada, makanya dilakukan seismik,” imbuhnya.

Jika sudah positif dilakukan pengeboran sumur minyak, nantinya akan ada bagi hasil Migas ke daerah penghasil ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga ke tingkat Nasional, yang sudah diatur kedalam undang-undang.

Lanjut Haryanto, selain PT. Medco Energy yang melakukan seismik 3 dimensi disebelah timur Pulau Subi, juga ada PT. Premier Oil, yang diperkirakan akan melakukan pengeboran 2 sumur minyak di Blok Tuna, di sebelah utara Pulau Laut, Kabupaten Natuna, pada tahun 2019 mendatang.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Natuna, Yusripandi, Asisten II, Hardinansyah Razani, beberapa pimpinan FKPD, OPD dan juga perwakikan dari PT. Medco Energy, PT. Premier Oil dan PT. Start Energy.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top