Lintaskepri.com, Jakarta – Poltracking Indonesia baru-baru ini merilis hasil survei terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta yang diadakan pada awal September 2024.
Survei ini dilakukan setelah pendaftaran resmi calon gubernur dan wakil gubernur ke KPUD Jakarta, dengan metode stratified multistage random sampling.
Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam survei yang dilaksanakan pada 9-15 September 2024. Survei memiliki margin of error +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil Survei Elektabilitas Calon
▪ Simulasi Tunggal Calon Gubernur:
Ridwan Kamil memimpin dengan elektabilitas sebesar 48,9 persen, diikuti oleh Pramono Anung 22,1 persen, dan Dharma Pongrekun 4,1 persen.
▪ Simulasi Tunggal Calon Wakil Gubernur:
Rano Karno unggul dengan 37,6 persen, disusul oleh Suswono 27,6 persen, dan Kun Wardana 4,8 persen .
▪ Simulasi Surat Suara Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur:
Pasangan Ridwan Kamil-Suswono mendominasi dengan 47,5 persen, sementara Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 31,5 persen, dan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 5,1 persen.
Survei juga menunjukkan bahwa pemilih di seluruh enam kabupaten/kota administrasi di Jakarta cenderung memilih pasangan Ridwan Kamil-Suswono.
Selain itu, dari sisi etnis, dua suku terbesar di Jakarta, yakni Betawi 44,8 persen dan Jawa 27,8 persen juga lebih banyak mendukung pasangan ini.
Pemilih dengan latar belakang pengajar, PNS, karyawan swasta, pengusaha, profesional, serta ibu rumah tangga cenderung mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono.
Di sisi lain, kelompok pensiunan/purnawirawan terbagi rata antara pasangan Pramono Anung-Rano Karno dan Ridwan Kamil-Suswono.
Dari segi usia, Generasi Z, Milenial, dan Generasi X lebih memilih Ridwan Kamil-Suswono, sedangkan pemilih Baby Boomer dan Silent Generation cenderung mendukung Pramono Anung-Rano Karno.
Pasangan Ridwan Kamil – Suswono mendapatkan dukungan kuat dari pemilih partai PKS 15,8 persen, Gerindra 13,7 persen, Golkar 6,1 persen , dan beberapa partai lainnya.
Sedangkan pemilih PDI Perjuangan 14,3 persen dan PPP 1,2 persen cenderung mendukung pasangan Pramono Anung-Rano Karno. Split ticket voting terjadi pada pemilih NasDem dan PPP.
Berdasarkan pilihan pada Pilpres 2024, pemilih Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka condong mendukung Ridwan Kamil–Suswono.
Sementara pemilih Ganjar Pranowo–Mahfud MD lebih memilih pasangan Pramono Anung-Rano Karno.
Sebanyak 72,6 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta 2017-2022.
Dari angka tersebut, 45 persen memilih Ridwan Kamil-Suswono, 32,8 persen memilih Pramono Anung-Rano Karno, dan 5,5 persen memilih Dharma Pongrekun – Kun Wardana.
Sebanyak 45,5 persen publik menyatakan tidak akan mengubah pilihan calon gubernur mereka, sementara 42,4 persen lainnya masih mungkin berubah, dengan sebagian besar akan menentukan pilihan pada hari pemilihan.
Hasil survei ini menunjukkan keunggulan signifikan pasangan Ridwan Kamil-Suswono dalam berbagai kategori, termasuk wilayah, suku, pekerjaan, usia, serta preferensi partai politik dan Pilpres.
Namun, dengan tingginya persentase pemilih yang belum mantap, dinamika politik masih bisa berubah menjelang pemilihan pada 27 November 2024.**
Editor: Ism






